Jemaat dan Aplikasi Kaidah Emas

Kaidah emas ditulis dua kali dalam Alkitab, kedua-duanya diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri.
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka … Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka” (Injil Matius 7:12, Lukas 6:31).

Untuk menerapkan kaidah emas ini, jemaat harus membayangkan dirinya berada dalam POSISI orang lain. Misalnya, posisi pengemis yang lapar, pejalan kaki yang ditabrak motor, janda tua sakit yang tidak punya uang untuk membeli obat, atau orang asing yang sedang sesat di jalan.

Kemudian, tanyakan pada diri sendiri. Seandainya jemaat berada pada posisi dan situasi yang sama dengan orang-orang tersebut, bagaimana jemaat ingin diperlakukan oleh orang lain? Ingin diberi makanan? Ingin dibantu ke rumah sakit? Ingin dibelikan obat? Ingin diberitahu arah yang benar? Nah, perlakukan orang lain seperti itu!

Kaidah memperlakukan orang lain sebagaimana kita sendiri ingin diperlakukan, penerapannya harus bisa berlaku untuk SEMUA orang, tidak semata-mata terhadap segelintir orang yang “kebetulan” bersama kita pada saat itu. Artinya, kita mesti mempertimbangkan juga dampak tindakan kita terhadap SEMUA orang lain, tidak hanya terhadap mereka yang pada saat itu sedang bersama kita.

Contoh: Apabila seseorang meminta saudara melakukan sesuatu yang dapat merugikan orang lain, saudara perlu menimbang dampak tindakan saudara terhadap semua orang yang akan kena tindakan semacam itu, tidak hanya terhadap orang yang ada di depan saudara dan yang sedang mengajukan permintaan tersebut! Bagaimana dampaknya, apakah semua orang yang lain mau diperlakukan demikian?

Juga, perlu diingat bahwa kita semua hanya memiliki sumber daya terbatas di tangan kita masing-masing. Waktu kita terbatas. Uang kita terbatas. Enerji kita terbatas. Tetapi kebutuhan yang perlu ditolong tidak terbatas, jauh di luar kemampuan kita untuk menolong setiap orang yang membutuhkan.

Oleh karena itu jemaat harus dapat memilih & memilah mana yang perlu ditolong, dan menetapkan PRIORITAS agar sumber daya kita yang terbatas tadi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Jadi, kaidah emas TIDAK berarti bahwa kita perlu melakukan apa saja yang siapa saja ingin kita melakukannya! Sebaliknya kita mesti menerapkan standar yang rasional, yang masuk akal sehat. Artinya, kaidah emas tidak menuntut saudara mengabulkan permintaan-permintaan tidak masuk akal yang diminta oleh orang-orang “tidak waras”.

Terakhir, berilah kepada orang hanya apa yang ia BERHAK menerima dari saudara. Isteri saudara pantas dan berhak menerima hal-hal tertentu dari saudara. Begitu juga anak-anak saudara, majikan saudara, rekan sekerja saudara, orang tua saudara, langganan saudara. Mereka semua memiliki hak masing-masing yang saling berbeda untuk menerima hal-hal tertentu dari saudara. Jadi, berilah mereka hanya apa yang mereka masing-masing pantas dan berhak menerimanya!  <>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar