Apakah Artinya "Hades, Neraka (gehenna), dan Sheol" ?

Apinya Tidak Pernah Padam
Istilah gehenna menunjuk pada sebuah tempat di lembah Hinom, di mana pada zaman dahulu manusia dipersembahkan sebagai korban.

Kata gehenna atau yang kemudian berarti neraka ini tercatat beberapa kali dalam Injil Matius, Markus, Lukas, dan juga dalam kitab Yakobus.


Kata neraka ini semuanya diucapkan oleh Yesus (kecuali dalam kitab Yakobus) sebagai peringatan yang paling serius terhadap akibat dosa. Yesus menguraikan neraka sebagai tempat di mana ulatnya tidak pernah mati dan apinya tidak pernah padam.

Ungkapan ini sama artinya dengan lautan api yang dicatat dalam kitab Wahyu.

Istilah hades (dunia yang tidak tampak) dinyatakan sebagai tempat kediaman roh-roh orang mati, di mana mereka tinggal di sana antara waktu kematian dan kebangkitan.  Kata hades muncul beberapa kali dalam kitab Perjanjian Baru, dan artinya sama dengan istilah sheol dalam Perjanjian Lama.

Istilah sheol dalam kitab Perjanjian Lama adalah tempat ke mana orang mati pergi.  Karena itu sering diucapkan sebagai searti dengan kuburan, semata-mata karena di sana semua aktivitas manusia berhenti.

Bagi manusia di bawah kolong langit, yaitu manusia alamiah yang menilai segala sesuatu dari apa yang tampak saja, sheol kelihatan sama saja dengan kubur. Yaitu, akhir dari semuanya, dari aktivitas hidup bahkan akhir dari hidup itu sendiri.

Tetapi Alkitab menyatakan sheol sebagai tempat dukacita, ke dalam mana orang-orang fasik akan kembali. Di sana mereka sepenuhnya sadar.

Sheol dalam Perjanjian Lama identik dengan hades dalam Perjanjian Baru.

(Bacalah ayat-ayat Alkitab berikut: Kejadian 42:38, II Samuel 22:6, Ayub 14:13, Yesaya 14:9-17, Yehezkiel 32:21, Mazmur 9:18; 18:6; 88:4; 116:3, Matius 5:22,29,30; 10:28; 11:23; 16:18; 18:9; 23:15, 33, Markus 9:43, 45, 47, Lukas 10:15; 12:5, Kisah Para Rasul 2:27, 31; Yakobus 3:6, Wahyu 1:18; 6:8; 19:20; 20:10, 13,14,15; 21:8 ).

Disarikan dari: The Scofield Reference Bible. <> 

1 komentar: