5 MENIT SEBELUM TIDUR...
TETAP WASPADA !!!
Mungkin
kamu sedang malas. Mungkin kamu teralihkan perhatiannya. Mungkin kamu terlalu
peduli dengan pendapat orang lain. Mungkin kamu lelah mempertahankan
pendirianmu.
Petrus,
salah satu murid terdekat Yesus, pasti mengerti. Ia meninggalkan segalanya
untuk mengikuti Yesus. Ia mengasihi, mempercayai, dan percaya kepada Yesus.
Namun ketika dikaitkan dengan Yesus dan itu mengancam keamanan dan reputasinya,
Petrus menyangkal-Nya—tiga kali.
Untungnya,
Yesus mengampuni dia, memulihkan dia, dan bahkan memberinya kuasa untuk
berkhotbah pada hari Pentakosta—hari ketika 3.000 orang dibaptis dan gereja
mula-mula dimulai.
Petrus
itulah yang menulis ayat-ayat berikut:
(1 PETRUS 5:8-9)
"Waspadalah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis berjalan keliling sama
seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,...”
Jika kita
hendak melawan musuh, kita harus tetap berada di garis serangan dan
pertahanan.
Serangan: Tetap waspada. Berdirilah
teguh. Jadilah kuat. Bacalah Firman Tuhan. Carilah komunitas yang berpusat pada
Tuhan. Berjuanglah untuk waktu dan hubungan dengan Tuhan. Ingatlah bahwa ada
orang lain yang turut berperang bersama Anda.
Pertahanan: Jika ada yang memutarbalikkan
kebenaran, tegurlah. Jika kamu melihat ketidakadilan, lakukan sesuatu untuk
membantu. Jika musuhmu, Iblis, sedang membuat kekacauan, beranilah untuk
memperjuangkan kebaikan.
Pada
saat-saat di mana kamu lengah, jangan biarkan dirimu terjebak dalam rasa
bersalah atau malu. Kita semua pernah mengalami saat-saat di mana kita
tergelincir.
Mintalah pengampunan
lalu teruslah melangkah maju.
Apa yang
dilakukan Yesus setelah Ia bangkit dari kematian? Ia menemui Petrus. Bahkan, Ia memasak sarapan
untuk Petrus di tepi pantai! Ia memberi
Petrus kesempatan kedua, dan bahkan mengangkatnya menjadi pemimpin.
Jadi,
tetaplah waspada!!! Dan ingatlah: Tuhan tetap
ada untuk membimbingmu.
KEKRISTENAN DI HARI-HARI TERAKHIR...
Siapa pun yang mengatakan bahwa Kekristenan akan
berkembang pesat di hari-hari terakhir,
orang itu membohongi Anda!
Hari-hari terakhir akan ditandai oleh tipu daya
dari luar dan kemurtadan dari dalam.
Apakah ini pantas membuat para pengikut Kristus menjadi sedih, putus asa, cemas?
Tentu saja tidak!
Justru kita harus menengadah — karena penebusan kita sudah dekat.
Tuhan Yesus kita yang terkasih berkata:
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” • Yohanes 16:33
Jadi, meskipun segalanya tampak gelap, ingatlah—sukacita Tuhan adalah kekuatanmu. • Nehemia 8:10
Orang-orang yang beriman pada Kristus harus menunjukkan ketangguhan dan menyatakan berkat-Nya meskipun dalam masa-masa sulit.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” • Yeremia 17:7-8
PASKAH…
YESUS BANGKIT, IA HIDUP !!!
JESUS CHRIST
IS RISEN, HE IS ALIVE...
WE WHO BELIEVE IT WILL ALSO
LIVE FOREVER...
PRAISE THE LORD, HALLELUJAH,
AMEN!!! ...
HAPPY EASTER!
YESUS KRISTUS TELAH BANGKIT, DIA HIDUP...
KITA YANG PERCAYA AKAN HIDUP
SELAMANYA...
PUJI TUHAN, HALELUYA, AMIN!!! ...
SELAMAT PASKAH!
---------------------------------
Alkitab mencatat bahwa Yesus Kristus bangkit
dari antara orang mati pada hari ke-3 sesudah Dia mati disalibkan...
Surat Roma 10:9-13 berkata, "Jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa YESUS adalah TUHAN, dan percaya dengan hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan. Sebab, dengan hati orang percaya sehingga dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku sehingga diselamatkan... Siapa saja yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan... siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."
SEMOGA PASKAH HARI INI MENJADI BERKAT !
🙏🙏🙏
DOMBA PASKAH YANG SEJATI
YESUS adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal!
“LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH,
YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA!”
(Injil Yohanes 1:29).
Yesus disebut Domba Paskah karena pengorbanan-Nya di
kayu salib menggenapi simbol domba sebagai korban dalam Perjanjian Lama. Darah-Nya yang tercurah menjadi tanda
penebusan yang menyelamatkan manusia dari hukuman dosa dan maut, sama seperti
darah domba Paskah yang dulu melindungi bangsa Israel di Mesir.
Maksud Yesus Sebagai Domba Paskah:
- Korban
yang Sempurna: Seperti domba Paskah yang tidak
bercacat (Keluaran 12:5),
Yesus adalah korban yang suci dan tak bernoda, yang menghapus dosa manusia
sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 10:10).
- Penebusan
dan Perlindungan: Darah Yesus melindungi orang
percaya dari murka Allah atas dosa, sebagaimana darah domba Paskah di
Mesir dulu menyelamatkan anak sulung Israel dari kematian (Keluaran 12:13;
1 Petrus 1:18-19).
- Ketaatan
dan Kematian: Yesus menyerahkan nyawa-Nya dengan
rela, seperti domba yang dibawa ke pembantaian, untuk menggenapi nubuat
nabi Yesaya (Injil Yohanes 10:11,15; Kitab Yesaya 53:6-7).
Contoh Penggunaan/Penerapan:
- Perjamuan
Tuhan: Saat mengadakan perjamuan, umat
Kristen mengingat roti dan anggur sebagai simbol (lambang) tubuh dan darah
Yesus, Domba Paskah sejati.
- Paskah: Saat
merayakan Paskah, umat Kristen bersyukur atas pengorbanan Yesus yang
membawa keselamatan kekal.
- Pembebasan Dari Hukuman Dosa: Umat percaya / pengikut Kristus mengandalkan darah Yesus untuk pengampunan dari dosa, bukan lagi melalui korban hewan domba atau lainnya.
----------------------------------------------------------
“… DAN DARAH YESUS, ANAK-NYA ITU,
MENYUCIKAN KITA DARI SEGALA DOSA”
(Surat
1 Yohanes 1:7)
---------------------------------------------------
Hai orang-orang munafik! (MATIUS 15:7)
Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? (MATIUS 22:18)
Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: Mengapa kamu mencobai Aku? (MARKUS 12:15)
Celakalah kamu,... hai kamu orang-orang munafik. (MATIUS 23:25)
"Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (YESUS), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12).
TIADA YANG MUSTAHIL
DENGAN TUHAN...
INSPIRASI BOTOL & KARAKTER KITA
- Galatia 5:22-23: Menggambarkan karakter yang dihasilkan oleh Roh Kudus: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
- 2 Petrus 1:5-7: Perintah untuk menambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kasih akan semua orang pada iman.
- Roma 5:3-4: Penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji (karakter), dan tahan uji menghasilkan pengharapan.
- Yakobus 1:2-4: Ujian iman menghasilkan ketekunan, yang memproses manusia menjadi sempurna dan lengkap.
- Mazmur 15:2: Karakter orang yang berkenan kepada Tuhan: hidup tidak bercela, melakukan yang benar, dan jujur.
- Amsal 22:1: Reputasi (nama baik) lebih berharga daripada kekayaan besar.
- Titus 2:7-8: Menjadi teladan dalam berbuat baik, jujur, dan sungguh-sungguh.
- Kolose 3:12-14: Mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih.
- Matius 5:13-16: Menjadi garam dan terang dunia melalui perbuatan baik.
Bila Allah adalah pencipta segala sesuatu, apakah Allah juga menciptakan dosa/kejahatan (evil)?
Allah sama sekali tidak menciptakan dosa atau apapun yang jahat! Tatkala pertama kali Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya, semuanya itu teramat baik yang artinya tidak ada dosa atau kejahatan apapun. (Kejadian 1:31, “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu , sungguh sangat baik”).
Tetapi kemudian dosa masuk ke dalam jagat raya ini karena mula-mula ulah seorang malaikat (baca: kerub) yang karena kecantikan & kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya, menjadi lupa diri lalu berusaha “meng-kudeta” Allah. (Yesaya 14:12-15, “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, Putra Fajar, engkau sudah dihempaskan ke tanah, hai penakluk bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku melampaui bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas gunung sidang Ilahi, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik melampaui ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Maha Tinggi! Nyatanya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat terdalam jurang maut”).
(Yehezkiel 28:12-17, “Beginilah firman Tuhan ALLAH: Engkau adalah gambar kesempurnaan, penuh hikmat dan sangat indah. Engkau di Eden, taman Allah berhiaskan segala batu permata yang berharga… Tempat tatahannya dibuat dari emas, semuanya itu disediakan pada hari penciptaanmu. Engkaulah kerub, penjaga yang diurapi, demikianlah Kutetapkan engkau; di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu berapi. Engkau tak bercela dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai ditemukan kecurangan padamu… engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuang engkau dari gunung Allah, Kubinasakan engkau, hai Kerub penjaga, dari tengah batu-batu berapi. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi engkau Kulemparkan, …”).
Kerub yang disebut Lucifer (Bintang Timur, Putra Fajar) ini dicampakkan ke bumi.
Begitu pula ketika mula-mula Allah menciptakan manusia pertama yaitu Adam dan isterinya Hawa, keduanya diciptakan tanpa dosa juga.
Allah menaruh keduanya di planet bumi di sebuah taman yang ditumbuhi banyak pohon buah-buahan. Adam dan Hawa boleh makan semua buah di taman itu kecuali buah pengetahuan baik & jahat.
Namun sayang sekali suatu saat atas hasutan Lucifer yang memutar-balikkan firman Allah dan membohongi mereka agar tidak menaati Allah, keduanya melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah terlarang itu.
(Kejadian 3:1-6, “Ular itu berkata kepada perempuan itu, ‘Tentulah Allah berfirman: Jangan kamu makan buah dari semua pohon di taman ini, bukan?’ Sahut perempuan itu kepada ular, ‘Buah dari pohon-pohon di taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun sentuh, nanti kamu mati!’ Tetapi, ular berkata kepada perempuan itu, ‘Sekali-kali kamu tidak akan mati. Sebaliknya, Allah mengetahui bahwa pada saat kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.’ Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan menarik untuk dipandang. Lagi pula, pohon itu diminati karena memberi pengertian. Lalu ia memetik buahnya dan memakannya. Ia memberikannya juga kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya pun memakannya”).
Demikianlah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa seperti halnya si Lucifer itu sendiri. Dan demikianlah juga mulai saat itu dosa masuk ke dalam dunia hingga hari ini.
ALLAH TIDAK MENCIPTAKAN DOSA & KEJAHATAN !!! Masuknya dosa ke alam dunia karena ulah seorang kerub bernama Lucifer & karena ketidak-taatan manusia pertama, Adam dan Hawa.
(Roma 5:12,19, “… dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang (baca: Adam)… melalui ketidak-taatan satu orang (baca: Adam) banyak orang telah menjadi orang berdosa…”).
SIAPA YANG AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA?
Filipi 4:19 berbunyi:
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
Ayat ini menegaskan janji pemeliharaan Allah yang sempurna atas kebutuhan umat-Nya (bukan keinginan), berdasarkan pada kekayaan-Nya yang berlimpah melalui Kristus Yesus.
Janji Allah: Tuhan menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani.
Sumber Kekayaan: Pemenuhan didasarkan pada "kekayaan dan kemuliaan-Nya", artinya tidak terbatas.
Dalam Kristus Yesus: Janji ini digenapi melalui hubungan pribadi dan iman kepada Yesus Kristus.
Kebutuhan vs Keinginan: Tuhan berjanji mencukupi segala keperluan (kebutuhan) kita, bukan menuruti keinginan atau hawa nafsu kita.
Konteks: Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat Filipi yang bermurah hati menopang pelayanannya.
________________________________________________
Ayat ini merupakan penguatan iman, terutama dalam situasi ekonomi yang sulit, bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya.
________________________________________________
(Dikutip dari: Bible.com)
MERINDUKAN TUHAN…
Mudah
bagi kita untuk berpikir bahwa kita kuat, mampu, dan “kita bisa mengatasinya.”
Namun pada kenyataannya, kita tak
berdaya tanpa TUHAN. Kita sangat membutuhkan TUHAN—setiap
saat, setiap hari!
Jika Anda sangat PD (percaya diri) pada kemandirian Anda sendiri, tanyakan pada diri Anda: Siapa yang menciptakan dunia ini? Siapa yang menciptakan tubuh, pikiran, dan jiwa saya? Mata, kaki, dan paru-paru saya? Siapa yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan—atau menghancurkan? Siapa yang memegang kunci kehidupan?
Kita tidak akan ada di sini jika Dia
tidak menciptakan kita. Kita tidak akan hidup jika Dia tidak menopang kita.
Kita tidak akan berkembang jika Dia tidak membimbing, melindungi, dan
memberdayakan kita.
Penulis 1 Tawarikh
memahami pentingnya bergantung pada TUHAN. Dia berkata:
“Carilah
TUHAN dan kekuatan-Nya; carilah wajah-Nya senantiasa!”
(1 Tawarikh 16:11)
Di dunia yang terus-menerus fokus
pada dirinya sendiri, penting menyadari kebutuhan kita untuk bergantung pada TUHAN.
Kita membutuhkan kekuatan-Nya, kita membutuhkan kuasa-Nya, dan—dengan kata
lain—kita hanya
membutuhkan Dia!
Jadi, bagaimana kita dapat mencari
kekuatan dan kehadiran-Nya senantiasa? Dengan
tetap menjalin hubungan dengan-Nya: Berbicara dengan-Nya sepanjang
hari, memprioritaskan-Nya di tengah berbagai kesibukan, dan dengan rendah hati
meminta kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita.
TUHAN tidak akan pernah menolak orang-orang
yang bersungguh hati mencari Dia!
Datanglah kepada-Nya dengan
kelemahanmu,
dan Dia akan memberikan kekuatan kepadamu.
Datanglah kepada-Nya dengan
pertanyaanmu,
kebutuhanmu, dan keinginanmu, dan Dia akan
memberikan diri-Nya sendiri kepadamu.
Dan itulah yang terbaik dari
semuanya. Amen! <>
(Sumber: YOUVERSION)
SELAMAT TAHUN BARU IMLEK...
Tahun Baru IMLEK adalah perayaan yang kaya makna budaya, nilai
keluarga, dan simbol harapan.
Dalam perspektif iman Kristen, perayaan ini perlu disikapi
dengan hikmat: membedakan antara tradisi yang selaras dengan kebenaran firman
Tuhan vs. tradisi yang bertentangan dengan iman kepada Kristus.
Orang percaya dipanggil bukan untuk menolak budaya secara
total, melainkan untuk menilai dan memaknainya dengan terang Injil.
Sifat Asli, Karakter Seseorang...
Siapakah Engkau Sesungguhnya???
Alkitab berkata, "Siapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat. Siapa yang cemar, biarlah ia terus cemar. Siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran. Siapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"
(Kitab Wahyu 22:11)
