Tampilkan postingan dengan label membawa keadilan ke dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membawa keadilan ke dunia. Tampilkan semua postingan

 Mencari Keadilan     Seperti Allah Bapa Kita


Dalam Yesaya 1:17, Allah menyerukan kepada umat-Nya untuk “belajarlah berbuat benar; carilah keadilan. Bela orang yang tertindas. Perjuangkan hak anak yatim; belalah perkara janda.”                                                                        Ini bukan sekedar saran—melainkan perintah yang berakar pada kerinduan Allah sendiri akan keadilan.

Yesaya menyoroti tiga kelompok yang paling rentan pada zamannya: orang-orang yang tertindas, anak-anak yatim, dan janda. Penderitaan mereka tidak boleh diabaikan—dan hal yang sama berlaku hingga hari ini.

Panggilan untuk keadilan selalu menjadi inti dari hati Allah.  Keadilan tidak terpisah dari iman—melainkan merupakan wujudnya.  Mengikut Yesus berarti peduli terhadap apa yang Dia pedulikan, mengasihi mereka yang Dia kasihi, dan bertindak atas nama mereka yang tidak dapat memperjuangkan diri sendiri. Ini bukanlah pilihan. Inilah arti menjadi anak Allah.

Ketika kita mencari keadilan, kita mencerminkan hati Bapa kita, yang selalu dekat dengan mereka yang patah hati, selalu membela kepentingan yang rentan, dan yang selalu bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan ke dunia.


Sumber: YouVersion