LANSIA SEHAT πͺπ
KELUARGA KUAT ππ
“Hormatilah
ayahmu dan ibumu --- ini adalah suatu
perintah yang penting seperti yang nyata dari janji ini :
Supaya kamu berbahagia dan panjang
umurmu di bumi”
(Surat Efesus 6:2-3).
RITUAL SETAN
di masa kini ???
Baru-baru ini, puluhan ribu orang
berkumpul di Gurun Black Rock, Nevada, untuk acara Burning Man.
Acara ini dimulai pada tahun 1986, ketika sekelompok
kecil orang berkumpul di Baker Beach, San Francisco, dan membakar patung kayu
setinggi delapan kaki. Pada tahun 1990, acara ini dipindahkan ke gurun
Nevada, di mana ia berkembang menjadi pertemuan tahunan berskala besar yang
berpusat pada seni, musik, ekspresi diri yang radikal, serta upacara pembakaran
patung manusia raksasa.
Bagi dunia, Burning Man adalah perayaan yang tampak
tak bersalah atas seni, komunitas, dan ekspresi diri.
Namun, perhatikanlah lebih dekat.
Di balik lampu-lampu, kostum, api, dan musik, terdapat gema
yang tak terbantahkan dari penyembahan pagan kuno—ritual, kesadaran yang
diubah, amoralitas seksual, penyembahan diri, dan pembakaran patung manusia di
hadapan kerumunan besar.
Apa yang kita saksikan bukanlah sekadar festival biasa.
Ini adalah gambaran dari masalah spiritual kuno umat manusia yang
dibungkus dengan kemasan modern. Paganisme kuno terus kembali karena hati
manusia tetap tidak berubah. Namanya memang telah berubah. Namun, kekosongan
dalam diri manusia tetap sama.
Saat ini, umat manusia memiliki pengetahuan yang lebih
banyak daripada generasi mana pun sebelumnya. Namun, peningkatan
pengetahuan tersebut tidak menghasilkan kebenaran dan kedamaian. Teknologi dapat mempermudah hidup, tetapi tidak dapat
menyembuhkan hati manusia. Kecerdasan buatan dapat memberikan jawaban, tetapi tidak
dapat memberikan keselamatan. Karena mereka belum mengenal Yesus sang
Mesias.
Masalah sesungguhnya umat manusia bukanlah kurangnya
pendidikan, kreativitas, kebebasan, atau pengalaman spiritual. Masalahnya adalah dosa. Hati manusia terpisah dari Allah,
diperbudak oleh keinginannya sendiri, dan tidak mampu menyelamatkan dirinya
sendiri.
Di lubuk hati yang paling dalam, manusia tahu bahwa
mereka tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Namun, mereka belum tentu
menginginkan Allah—karena Allah menuntut pertobatan, penyerahan diri, dan
pertanggungjawaban.
Setan, pembunuh manusia & bapa segala pendusta, menawarkan spiritualitas
palsu tanpa kekudusan, penyembahan tanpa kebenaran, kebebasan tanpa
pertanggungjawaban, dan pelarian sementara tanpa keselamatan.
Namun Yesus sang Mesias, Anak Allah yang hidup menawarkan sesuatu yang
sama sekali berbeda. Dia
datang untuk membebaskan kita dari dosa yang menguasai hati kita. Dia
tidak datang sekadar untuk memperbaiki hidup kita. Dia datang untuk memberi
kita hidup yang baru.
Yesus menanggung hukuman yang seharusnya kita
terima atas dosa-dosa kita, mati menggantikan kita, dan bangkit kembali.
Melalui pertobatan dan iman kepada-Nya, kita menerima pengampunan, rekonsiliasi
dengan Allah, hati yang baru, serta kebebasan dari rasa bersalah, hukuman, dan
kuasa dosa. Itulah kebebasan yang sesungguhnya.
“Jadi, jika Anak membebaskan kamu, kamu benar-benar akan
merdeka” (Injil Yohanes 8:36).
Manusia tidak membutuhkan perayaan, ritual, aturan-aturan
agamis, pengalaman, atau terobosan teknologi untuk dibebaskan dari DOSA.
Mereka
membutuhkan pengampunan.
Mereka
membutuhkan hati yang baru.
Mereka
membutuhkan keselamatan.
Mereka membutuhkan Yesus Kristus!
TUHAN YESUS HANYA SEJAUH DOA
“Tetaplah berdoa” (1 Tesalonika 5:17).
“… aku
selalu berdoa dengan sukacita” (Filipi
1:4).
“… berdoa
kepada TUHAN” (Keluaran
10:18).
“… berdoa kepada-Nya” (Ayub 22:27).
“… berilah
telinga akan doaku” (Mazmur
17:1).
“… doa
orang benar didengar-Nya” (Amsal
15:19).
“TUHAN
menerima doaku” (Mazmur
6:9).
YESUS MEMBERI KELEGAAN
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"
(Injil Matius 11:28).
Stay close to me, Lord Jesus
And guide me all the way
Hold me in Your loving hand
And keep me day by day...
When my heart is tired and weary
Be the strength that carries me
Stay close to me, Lord Jesus
Until Your face I see.
INTERMEZZO:
(Surat 3 Yohanes 1:2).
Hati manusia adalah cerminan dari
manusia itu sendiri, artinya apa yang keluar dari perilaku manusia itu berasal
dari hati manusia.
TUHAN mengatakan agar kita
menjaga hati kita,
supaya kita dapat memancarkan kehidupan kepada sekeliling kita.
"Jagalah hatimu dengan segala
kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
(Kitab Amsal
4:23)
ALLAH TRITUNGGAL
DI
PERJANJIAN LAMA ?
Sebuah pemikiran yang menarik:
Mungkinkah apa yang kita sebut Tritunggal
sebenarnya berakar pada Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) yang
diberikan kepada Israel?
Banyak
orang menolak doktrin Tritunggal karena kata “Tritunggal” tidak
ditemukan dalam Alkitab. Itu benar!
Namun,
kata “Alkitab” pun tidak ada di sana.
Sebuah
istilah tidak harus muncul dalam Kitab Suci agar kebenaran yang digambarkannya
dapat dianggap alkitabiah.
Pertanyaan
sebenarnya adalah apakah Tritunggal Allah diungkapkan di sana atau
tidak?
Perhatikan kitab Yesaya pasal 48.
Dia
yang berbicara berkata:
“Dengarkanlah
Aku, hai Yakub,
dan
Israel, yang Kupanggil:
Akulah
Dia, Akulah yang Pertama,
Akulah
juga yang Terakhir.
Sesungguhnya
tangan-Ku telah meletakkan dasar bumi,
dan
tangan kanan-Ku telah membentangkan langit…”
(Kitab
Yesaya 48:12-13).
Yang berbicara itu mengidentifikasi diri-Nya sebagai Yang Pertama dan Yang Terakhir serta sebagai Dia yang meletakkan dasar bumi dan membentangkan langit. Dia adalah Pencipta yang kekal.
Namun kemudian, Dia yang sama berkata:
“Datanglah
mendekat kepada-Ku, dengarkanlah ini:
Aku
tidak pernah berbicara secara rahasia sejak awal;
Sejak
waktu itu ada, Aku sudah ada di sana.
Dan
sekarang Tuhan ALLAH dan Roh-Nya
Telah
mengutus Aku.”
(Kitab
Yesaya 48:16).
Jangan lewatkan ini!
Pencipta
yang kekal—Yang Awal dan Yang Akhir—mengatakan bahwa Tuhan ALLAH dan Roh-Nya
telah mengutus-Nya.
Dia yang diutus.
Tuhan ALLAH yang mengutus.
Dan Roh-Nya.
Namun,
hanya ada satu Allah.
Lalu,
siapakah Yang Awal dan Yang Akhir ini?
Kitab Wahyu memastikan:
“Janganlah
takut; Akulah Yang Awal dan Yang Akhir. Akulah Dia yang hidup, dan pernah mati, dan
lihatlah, Akulah yang hidup selamanya.”
(Wahyu
1:17-18).
Yang
berbicara adalah YESUS
— Dia yang mati dan bangkit kembali.
“Yang
Awal dan Yang Akhir” dalam Kitab Yesaya adalah “Yang Awal dan Yang Akhir” yang sama yang diwahyukan
dalam Kitab Wahyu.
Sekarang dengarkanlah kata-kata YESUS
sendiri:
“Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham ada, AKU TELAH ADA.”
(Yohanes
8:58).
Dan
dalam doa-Nya kepada Bapa:
“Dan
sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku bersama-Mu, dengan kemuliaan yang Aku miliki
bersama-Mu sebelum dunia ada.”
(Yohanes
17:5).
Nabi Yesaya memperkenalkan Pencipta
yang kekal, Tuhan ALLAH, dan Roh-Nya.
Kitab Wahyu mengidentifikasi Yang
Awal dan Yang Akhir sebagai YESUS.
Dan YESUS sendiri menyatakan
keberadaan-Nya yang kekal serta kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum
dunia ada.
Ketritunggalan
Allah tidak diciptakan oleh Gereja berabad-abad kemudian. Dasar-dasarnya telah
diwahyukan dalam Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) yang diberikan kepada
Israel.
Satu Allah Γ Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
(Sumber: Amir
Tsarfati)
GEREJA bukan ISRAEL
Banyak
orang penasaran tentang masa
depan Israel,
yang —ternyata—sangat berbeda dari masa depan Gereja.
Masa
depan Israel tidak hanya dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama.
Para murid YESUS sendiri dengan jelas memahami bahwa Israel memiliki
masa depan yang unik.
Dalam Kisah
Para Rasul 1, kita membaca bahwa setelah kebangkitan-Nya, YESUS menampakkan
diri kepada para murid-Nya selama empat puluh hari dan berbicara kepada mereka
tentang Kerajaan Allah. Sebelum kenaikan-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk
tetap tinggal di Yerusalem dan menantikan janji Bapa—Roh Kudus.
Setelah
empat puluh hari diajar oleh MESIAS yang telah bangkit, mereka bertanya
kepada-Nya:
“Tuhan,
apakah pada saat ini Engkau akan memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kisah Para Rasul 1:6).
Perhatikan jawaban YESUS.
Ia TIDAK berkata:
“Israel
telah digantikan oleh Gereja.”
Ia TIDAK berkata:
“Allah
telah selesai dengan Israel.”
Ia
juga TIDAK
membantah harapan mereka mengenai pemulihan Israel di masa depan.
YESUS hanya membahas soal waktu:
“Bukan
hakmu untuk mengetahui waktu atau masa yang telah ditetapkan Bapa dalam
kuasa-Nya sendiri.” (Kisah Para
Rasul 1:7).
Kemudian
YESUS memberikan tugas misi kepada murid-murid-Nya—dan melalui mereka, kepada Gereja—kata-Nya:
“Tetapi
kamu akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun atas kamu; dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke
ujung bumi.” (Kisah Para Rasul
1:8).
Perbedaannya sangat jelas:
Israel memiliki masa depan yang
dijanjikan.
Gereja memiliki tugas misi saat
ini.
Jadi,
alih-alih mengajarkan bahwa Gereja telah menggantikan Israel, seharusnya
kita melakukan apa yang YESUS perintahkan kepada kita—memberitakan Injil dan menjadi
saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi, sambil percaya bahwa Allah akan menggenapi
setiap janji yang telah Ia berikan kepada Israel.
Pemulihan Israel
bukanlah soal “APAKAH”, melainkan “KAPAN”.
Misi Gereja bukanlah soal “KAPAN”,
melainkan “SEKARANG”.
Siapa sebenarnya penulis Alkitab?
Alkitab ditulis di tiga benua.
Asia. Afrika. Eropa.
Dalam tiga bahasa.
Ibrani. Aram. Yunani.
Oleh lebih dari 40 orang yang berbeda.
Gembala. Raja. Nabi. Nelayan. Seorang pemungut pajak. Seorang tabib.
Seorang pembuat tenda.
Sebagian besar penulis ini tidak pernah bertemu. Tidak ada komite yang
merencanakannya. Tidak ada editor manusia yang menyatukannya.
Ditulis di istana dan di penjara. Di gurun dan di kota-kota. Dalam
kebebasan dan di pengasingan.
Selama kurang lebih 1.500 tahun dan terdiri dari 66 kitab.
Alkitab berisi sebuah kisah yang berkelanjutan dan mengandung puluhan
ribu rujukan ayat silang.
Penciptaan. Kejatuhan. Penebusan. YESUS.
Satu bagian Kitab Suci berhubungan dengan bagian lainnya — yang terkadang
ditulis dengan selisih ratusan tahun.
Kitab Kejadian terhubung dengan Kitab-kitab Nabi. Kitab-kitab Nabi
terhubung dengan Injil. Injil terhubung dengan Surat-surat. Dan semuanya
bersatu dalam Kitab Wahyu.
Alkitab dibuka dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Kejadian dan ditutup
dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Wahyu.
Penulis yang berbeda.
Abad yang berbeda.
Budaya yang berbeda.
Namun satu suara.
Bagaimana bisa?
Karena di balik tangan-tangan manusia itu ada seorang Penulis yang Ilahi.
“Seluruh Kitab Suci
diilhamkan oleh Allah…”
(2 Timotius 3:16).
Manusia memegang pena.
Tetapi Allah-lah yang menulis kisahnya!
GEMPA BUMI BESAR DI AS & MEKSIKO
AKAN SEGERA TERJADI ???
Ratusan video di YouTube dan Instagram Reels mengisyaratkan bahwa gempa bumi besar di AS dan Meksiko akan segera terjadi.
Dua perkara yang perlu diingat:
1. Orang-orang yang sama ini
telah membuat ramalan serupa selama bertahun-tahun.
2. Gempa bumi secara khusus
telah dinubuatkan oleh YESUS, Mesias kita, sebagai bagian dari tanda-tanda akhir
zaman:
“Dan akan terjadi kelaparan, wabah penyakit,
dan gempa bumi di
berbagai tempat. Semua itu hanyalah permulaan penderitaan.”
(Matius 24:7-8)
Ungkapan “permulaan penderitaan” itu penting.
Kata Yunani Εdin merujuk pada rasa sakit saat hendak melahirkan.
Dan kita tahu bagaimana proses rasa sakit saat melahirkan:
seiring mendekatnya saat persalinan, kontraksi semakin sering dan intens.
YESUS tidak menceritakan hal-hal ini kepada murid-murid-Nya
agar mereka panik. Justru sebaliknya:
“Janganlah kamu gelisah; sebab semua hal ini
harus terjadi, tetapi akhir zaman belum tiba.”
(Matius 24:6)
Jadi, ketika kita melihat gempa bumi, perang, penipuan, dan
tanda-tanda lain yang YESUS gambarkan, respons kita seharusnya bukan ketakutan.
Tetapi kita harus mengenali masa yang disebutkan ini.
Kita hidup di akhir zaman yang sesungguhnya.
Jadi, daripada panik memikirkan kapan atau di mana gempa
bumi berikutnya akan terjadi, marilah kita memusatkan perhatian pada sesuatu
yang jauh lebih penting.
Pertanyaan terpenting bukanlah kapan
bumi di bawah kaki kita akan berguncang.
Melainkan ke mana kita akan pergi tatkala waktu kita di bumi ini berakhir !!!
Di manakah Anda akan menghabiskan kekekalan?
Seseorang pernah berkata:
“Orang yang berpikiran tajam mendiskusikan
gagasan, orang yang berpikiran biasa mendiskusikan peristiwa, sedangkan orang
yang berpikiran lemah mendiskusikan orang lain.”
Inilah sebabnya kalau kita hanya berfokus pada berita—pada
peristiwa—tanpa melihat gambaran yang lebih luas mengenai iman kita serta
kebutuhan mendesak akan keselamatan & kehidupan kekal melalui pertobatan
dan pengampunan dosa, pada akhirnya adalah sia-sia!
Berbagai peristiwa datang dan pergi. Berita utama berubah
terus. Namun, kekekalan selalu tetap.
YESUS
berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan
berlalu” (Injil Matius 24:35).
Jangan biarkan peristiwa-peristiwa dunia ini, atau kehidupan orang lain, mengalihkan perhatian kita dari pertanyaan terbesar dari semuanya: Di manakah Anda akan menghabiskan kekekalan?
Berita utama akan berlalu. Dunia sekarang ini akan berlalu.
Namun, kekekalan itu nyata.
Harapan kita hanya
di dalam Mesias YESUS ada hidup kekal
— di dalam Mesias YESUS ada
kebangkitan tubuh dalam wujud baru dan mulia. Tubuh baru ini akan bersatu
dengan jiwa kita yang kekal. Dan dengan
tubuh mulia ini kita akan hidup bersama dengan Mesias YESUS selama-lamanya.
“Sebab kewarganegaraan kita ada di surga, dari
mana kita juga dengan penuh kerinduan menantikan Juruselamat, YESUS, Mesias
kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini agar serupa dengan tubuh-Nya
yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang mampu menaklukkan segala sesuatu bagi
diri-Nya” (Filipi 3:20-21).
(Dikutip dari: Amir Tsarfati)
BAPTISAN YESUS DAN MANIFESTASI ALLAH TRITUNGGAL...
Pada peristiwa baptisan Yesus di sungai Yordan, manifestasi ALLAH TRITUNGGAL ---Allah Esa yang terdiri dari tiga pribadi: Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus--- dinyatakan dengan jelas sekali.
“Sesudah dibaptis, Yesus segera
keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh
Allah turun seperti burung merpati dan hinggap di atas-Nya.
Terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah
Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan’”
(Injil Matius 3:16-17)
PENJALA IKAN atau...
PENJALA MANUSIA?
MENGAPA YESUS MATI DISALIB?
TUJUAN ILAHI DINYATAKAN DI ALKITAB:
1.
Lukas
22:42 adalah ayat
Alkitab yang mencatat doa Yesus di Taman Getsemani: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau,
ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah
yang terjadi”
2.
Matius 26:56 berbunyi: "Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap
yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi."
3.
Ibrani 10:9 menyatakan: "Dan kemudian kata-Nya: 'Sungguh, Aku datang untuk
melakukan kehendak-Mu.' Yang pertama
Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.”
4.
Lukas 22:20 mencatat momen penting saat Perjamuan Malam Terakhir. Yesus berkata, "Cawan ini adalah perjanjian
baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."
5.
Kisah Para Rasul 20:28, "Karena
itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan
Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang
diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri."
6.
Efesus
2:16 berbunyi: "… dan
untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh
salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu."
7.
Matius
20:28 berbunyi: "Sama
seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"
8.
Yohanes
1:29 adalah: "Pada
keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata:
'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."
9.
1
Yohanes 3:8 menyatakan
bahwa “barangsiapa yang tetap berbuat dosa berasal dari Iblis, karena Iblis
telah berbuat dosa sejak semula. Namun, Anak Allah (Yesus Kristus) datang ke
dunia untuk membinasakan segala perbuatan Iblis tersebut.”
10. Ibrani
9:11-14 menjelaskan bahwa “Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung Perjanjian Baru yang
masuk ke tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri untuk memberikan kelepasan kekal dan menyucikan hati nurani.”
11. Roma
5:8 berbunyi: "Akan tetapi Allah
menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk
kita, ketika kita masih berdosa."
12. Yohanes
3:16 berbunyi: "Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
13. Matius
20:28 berbunyi: "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan
untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang"
14. Yohanes 3:16 berbunyi: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."