GEREJA bukan ISRAEL
Banyak
orang penasaran tentang masa
depan Israel,
yang —ternyata—sangat berbeda dari masa depan Gereja.
Masa
depan Israel tidak hanya dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama.
Para murid YESUS sendiri dengan jelas memahami bahwa Israel memiliki
masa depan yang unik.
Dalam Kisah
Para Rasul 1, kita membaca bahwa setelah kebangkitan-Nya, YESUS menampakkan
diri kepada para murid-Nya selama empat puluh hari dan berbicara kepada mereka
tentang Kerajaan Allah. Sebelum kenaikan-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk
tetap tinggal di Yerusalem dan menantikan janji Bapa—Roh Kudus.
Setelah
empat puluh hari diajar oleh MESIAS yang telah bangkit, mereka bertanya
kepada-Nya:
“Tuhan,
apakah pada saat ini Engkau akan memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kisah Para Rasul 1:6).
Perhatikan jawaban YESUS.
Ia TIDAK berkata:
“Israel
telah digantikan oleh Gereja.”
Ia TIDAK berkata:
“Allah
telah selesai dengan Israel.”
Ia
juga TIDAK
membantah harapan mereka mengenai pemulihan Israel di masa depan.
YESUS hanya membahas soal waktu:
“Bukan
hakmu untuk mengetahui waktu atau masa yang telah ditetapkan Bapa dalam
kuasa-Nya sendiri.” (Kisah Para
Rasul 1:7).
Kemudian
YESUS memberikan tugas misi kepada murid-murid-Nya—dan melalui mereka, kepada Gereja—kata-Nya:
“Tetapi
kamu akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun atas kamu; dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke
ujung bumi.” (Kisah Para Rasul
1:8).
Perbedaannya sangat jelas:
Israel memiliki masa depan yang
dijanjikan.
Gereja memiliki tugas misi saat
ini.
Jadi,
alih-alih mengajarkan bahwa Gereja telah menggantikan Israel, seharusnya
kita melakukan apa yang YESUS perintahkan kepada kita—memberitakan Injil dan menjadi
saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi, sambil percaya bahwa Allah akan menggenapi
setiap janji yang telah Ia berikan kepada Israel.
Pemulihan Israel
bukanlah soal “APAKAH”, melainkan “KAPAN”.
Misi Gereja bukanlah soal “KAPAN”,
melainkan “SEKARANG”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar