Di manakah Anda                akan menghabiskan kekekalan?

Seseorang pernah berkata:

“Orang yang berpikiran tajam mendiskusikan gagasan, orang yang berpikiran biasa mendiskusikan peristiwa, sedangkan orang yang berpikiran lemah mendiskusikan orang lain.”

Inilah sebabnya kalau kita hanya berfokus pada berita—pada peristiwa—tanpa melihat gambaran yang lebih luas mengenai iman kita serta kebutuhan mendesak akan keselamatan & kehidupan kekal melalui pertobatan dan pengampunan dosa, pada akhirnya adalah sia-sia!

Berbagai peristiwa datang dan pergi. Berita utama berubah terus. Namun, kekekalan selalu tetap.

YESUS berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”  (Injil Matius 24:35).      

                                                                                                                                                                   


Jangan biarkan peristiwa-peristiwa dunia ini, atau kehidupan orang lain, mengalihkan perhatian kita dari pertanyaan terbesar dari semuanya: Di manakah Anda akan menghabiskan kekekalan?

Berita utama akan berlalu. Dunia sekarang ini akan berlalu. Namun, kekekalan itu nyata.

Harapan kita hanya di dalam Mesias YESUS ada hidup kekal  —  di dalam Mesias YESUS ada kebangkitan tubuh dalam wujud baru dan mulia. Tubuh baru ini akan bersatu dengan jiwa kita yang kekal.  Dan dengan tubuh mulia ini kita akan hidup bersama dengan Mesias YESUS selama-lamanya.

“Sebab kewarganegaraan kita ada di surga, dari mana kita juga dengan penuh kerinduan menantikan Juruselamat, YESUS, Mesias kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini agar serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang mampu menaklukkan segala sesuatu bagi diri-Nya”   (Filipi 3:20-21).

(Dikutip dari: Amir Tsarfati)

 BAPTISAN YESUS DAN MANIFESTASI ALLAH TRITUNGGAL...

Pada peristiwa baptisan Yesus di sungai Yordan, manifestasi ALLAH TRITUNGGAL ---Allah Esa yang terdiri dari tiga pribadi: Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus--- dinyatakan dengan jelas sekali.




“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap di atas-Nya.

Terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan’”

(Injil Matius 3:16-17) 

 PENJALA IKAN atau...

PENJALA MANUSIA?


"Ketika Yesus  sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya.  Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Yesus berkata kepada mereka, 'Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.'   Mereka pun segera meninggalkan jala mereka dan mengikuti Dia.
Dari sana Yesus meneruskan perjalanan dan melihat dua orang bersaudara yang lain, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka Zebedeus sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia."
(Injil Matius 4 : 18-22)

 MEMBERI DENGAN SUKACITA !!!

Hendaklah setiap orang memberikan apa yang telah diputuskannya dalam hati, bukan dengan berat hati atau karena terpaksa, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

(2 Korintus 9:7).



 MENGAPA YESUS MATI DISALIB?

TUJUAN ILAHI DINYATAKAN DI ALKITAB:

1.    Lukas 22:42 adalah ayat Alkitab yang mencatat doa Yesus di Taman Getsemani: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi

2.    Matius 26:56 berbunyi: "Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi."

3.    Ibrani 10:9 menyatakan: "Dan kemudian kata-Nya: 'Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.'  Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

4.    Lukas 22:20 mencatat momen penting saat Perjamuan Malam Terakhir.  Yesus berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."

5.    Kisah Para Rasul 20:28, "Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri."

6.    Efesus 2:16 berbunyi: "… dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu."

7.    Matius 20:28 berbunyi: "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"

8.    Yohanes 1:29 adalah: "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

9.    1 Yohanes 3:8 menyatakan bahwa “barangsiapa yang tetap berbuat dosa berasal dari Iblis, karena Iblis telah berbuat dosa sejak semula. Namun, Anak Allah (Yesus Kristus) datang ke dunia untuk membinasakan segala perbuatan Iblis tersebut.

10.  Ibrani 9:11-14 menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung Perjanjian Baru yang masuk ke tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri untuk memberikan kelepasan kekal dan menyucikan hati nurani.

11.  Roma 5:8 berbunyi: "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."

12. Yohanes 3:16 berbunyi: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

13.   Matius 20:28 berbunyi: "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"

14.  Yohanes 3:16 berbunyi: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

 renungan harian:

HIKMAT BIJAKSANA YANG DARI ATAS...

Yakobus 1:5, mengatakan "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat,   hendaklah ia memintakannya kepada Allah, – yang memberikan kepada semua orang  dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya." 

Sumber: Winnie L.

 Yesus bukanlah seorang Kristen.

Dia adalah orang Yahudi.

     -pixabay

Dia sendiri telah menjelaskannya dengan tegas ketika berkata kepada perempuan Samaria itu:

Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal; kami tahu siapa yang kami sembah, sebab keselamatan berasal dari orang Yahudi.”   (Injil Yohanes 4:22)

Bahkan nama Ibrani-Nya pun menyatakan siapa Dia. Yeshua (×™ֵשׁוּ×¢ַ) berarti keselamatan.” Memang, keselamatan berasal dari orang Yahudi.

Dia datang ke dunia sebagai orang Yahudi, hidup sebagai orang Yahudi, mati sebagai orang Yahudi, bangkit kembali sebagai orang Yahudi, dan akan kembali sebagai Mesias Yahudi.  Itulah sebabnya Kitab Suci menyebut-Nya:

“... Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang…”  (Wahyu 5:5 )

Orang Kristen adalah pengikut Mesias (Kristus). Anda tidak dapat menjadi pengikut Mesias jika Anda sendiri adalah Mesias.  Yesus-lah Mesias untuk diikuti oleh semua orang, terlepas dari etnis, kebangsaan, atau latar belakang agama mereka.

Dan tidak ada keselamatan di dalam nama lain, sebab tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kita harus diselamatkan.”  (Kisah Para Rasul 4:12 )


OlehAmir Tsarfati.