renungan harian:
HIKMAT BIJAKSANA YANG DARI ATAS...
...alam maut tidak akan menguasainya (Matius 16:18)
renungan harian:
HIKMAT BIJAKSANA YANG DARI ATAS...
Yesus bukanlah seorang Kristen.
Dia adalah orang Yahudi.
-pixabay
Dia sendiri telah menjelaskannya dengan tegas ketika berkata kepada perempuan Samaria itu:
“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal; kami tahu siapa yang kami sembah, sebab keselamatan berasal dari orang Yahudi.” (Injil Yohanes 4:22)
Bahkan nama Ibrani-Nya pun menyatakan siapa Dia. Yeshua (יֵשׁוּעַ) berarti “keselamatan.” Memang, keselamatan berasal dari orang Yahudi.
Dia datang ke dunia sebagai orang Yahudi, hidup sebagai orang Yahudi, mati sebagai orang Yahudi, bangkit kembali sebagai orang Yahudi, dan akan kembali sebagai Mesias Yahudi. Itulah sebabnya Kitab Suci menyebut-Nya:
“... Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang…” (Wahyu 5:5 )
Orang Kristen adalah pengikut Mesias (Kristus). Anda tidak dapat menjadi pengikut Mesias jika Anda sendiri adalah Mesias. Yesus-lah Mesias untuk diikuti oleh semua orang, terlepas dari etnis, kebangsaan, atau latar belakang agama mereka.
“Dan tidak ada keselamatan di dalam nama lain, sebab tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kita harus diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12 )
Oleh: Amir Tsarfati.
serakah atau tamak...
Serakah itu seperti minum air laut... SEmakin diminum SEmakin haus!
Dalam bahasa asli Perjanjian Baru (Yunani), sifat ini sering disebut sebagai pleonexia (keinginan tak pernah puas untuk memiliki lebih banyak) atau philarguria (cinta akan uang).
Injil Markus 7:21-23
Yesus menyebutkan bahwa keserakahan adalah salah satu dari hal-hal jahat yang timbul dari dalam hati orang dan yang menajiskan manusia.
Injil Lukas 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya."
Surat 2 Petrus 2:3
Dan karena ketamakannya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari keuntungan dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka.
Mencari Keadilan Seperti Allah Bapa Kita
Dalam Yesaya 1:17, Allah
menyerukan kepada umat-Nya untuk “belajarlah berbuat benar; carilah keadilan. Bela orang yang tertindas.
Perjuangkan hak anak yatim; belalah perkara janda.” Ini
bukan sekedar saran—melainkan perintah yang berakar pada kerinduan Allah
sendiri akan keadilan.
Yesaya
menyoroti tiga kelompok
yang paling rentan pada zamannya: orang-orang yang tertindas, anak-anak yatim, dan janda. Penderitaan mereka
tidak boleh diabaikan—dan hal yang sama berlaku hingga hari ini.
Panggilan untuk keadilan selalu menjadi inti dari
hati Allah. Keadilan tidak terpisah dari iman—melainkan
merupakan wujudnya. Mengikut Yesus berarti
peduli terhadap apa yang Dia pedulikan, mengasihi mereka yang Dia kasihi, dan
bertindak atas nama mereka yang tidak dapat memperjuangkan diri sendiri. Ini
bukanlah pilihan. Inilah arti menjadi anak Allah.
Ketika kita mencari keadilan, kita mencerminkan
hati Bapa kita, yang
selalu dekat dengan mereka yang patah hati, selalu membela kepentingan yang
rentan, dan yang selalu
bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan ke dunia.
Sumber: YouVersion
SEBUAH DOA PAGI...
------------------------
"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana."
(Injil Markus 1:35)