INSPIRASI BOTOL & KARAKTER KITA


Berikut adalah rincian ayat-ayat Alkitab mengenai karakter:
1. Buah Roh dan Karakter Kristiani
  • Galatia 5:22-23: Menggambarkan karakter yang dihasilkan oleh Roh Kudus: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
  • 2 Petrus 1:5-7: Perintah untuk menambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kasih akan semua orang pada iman.
2. Pembentukan Karakter melalui Penderitaan/Ujian
  • Roma 5:3-4: Penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji (karakter), dan tahan uji menghasilkan pengharapan.
  • Yakobus 1:2-4: Ujian iman menghasilkan ketekunan, yang memproses manusia menjadi sempurna dan lengkap.
3. Integritas dan Karakter Mulia
  • Mazmur 15:2: Karakter orang yang berkenan kepada Tuhan: hidup tidak bercela, melakukan yang benar, dan jujur.
  • Amsal 22:1: Reputasi (nama baik) lebih berharga daripada kekayaan besar.
  • Titus 2:7-8: Menjadi teladan dalam berbuat baik, jujur, dan sungguh-sungguh.
4. Karakter dalam Perilaku Sehari-hari
  • Kolose 3:12-14: Mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih.
  • Matius 5:13-16: Menjadi garam dan terang dunia melalui perbuatan baik.
Ayat-ayat ini menekankan bahwa pembentukan karakter adalah proses seumur hidup untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus.

 Bila Allah adalah pencipta segala sesuatu, apakah Allah juga menciptakan dosa/kejahatan (evil)?

Allah sama sekali tidak menciptakan dosa atau apapun yang jahat!  Tatkala pertama kali Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya,  semuanya itu teramat baik yang artinya tidak ada dosa atau kejahatan apapun.                    (Kejadian 1:31,Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu , sungguh sangat baik”).

Tetapi kemudian dosa  masuk ke dalam jagat raya ini karena mula-mula ulah seorang malaikat (baca:  kerub) yang karena kecantikan & kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya,  menjadi lupa diri lalu berusaha “meng-kudeta” Allah.                              (Yesaya 14:12-15,Wah, engkau sudah jatuh dari langit,  hai Bintang Timur, Putra Fajar,  engkau sudah dihempaskan ke tanah, hai penakluk bangsa-bangsa!   Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit,  aku hendak mendirikan takhtaku melampaui bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas gunung sidang Ilahi,  jauh di sebelah utara.  Aku hendak naik melampaui ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Maha Tinggi!  Nyatanya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat terdalam jurang maut”).   

(Yehezkiel 28:12-17,Beginilah firman Tuhan ALLAH: Engkau adalah gambar kesempurnaan, penuh hikmat dan sangat indah.  Engkau di Eden, taman Allah berhiaskan segala batu permata yang berharga…  Tempat tatahannya dibuat dari emas, semuanya itu disediakan pada hari penciptaanmu.  Engkaulah kerub, penjaga yang diurapi, demikianlah Kutetapkan engkau; di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu berapi. Engkau tak bercela dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai ditemukan kecurangan padamu… engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa.  Maka Kubuang engkau dari gunung Allah, Kubinasakan engkau, hai Kerub penjaga, dari tengah batu-batu berapi.  Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu.  Ke bumi engkau Kulemparkan, …”).

Kerub yang disebut Lucifer (Bintang Timur, Putra Fajar) ini dicampakkan ke bumi.

Begitu pula ketika mula-mula Allah menciptakan manusia pertama yaitu Adam dan isterinya Hawa,  keduanya diciptakan tanpa dosa juga.  

Allah menaruh keduanya di planet bumi di sebuah taman yang ditumbuhi banyak pohon buah-buahan.  Adam dan Hawa boleh makan semua buah di taman itu kecuali buah pengetahuan baik & jahat.  

Namun sayang sekali suatu saat atas hasutan Lucifer yang memutar-balikkan firman Allah dan membohongi mereka agar tidak menaati Allah,  keduanya melanggar perintah Tuhan dengan memakan  buah terlarang itu.

(Kejadian 3:1-6, “Ular itu berkata kepada perempuan itu, ‘Tentulah Allah berfirman: Jangan kamu makan buah dari semua pohon di taman ini, bukan?’  Sahut perempuan itu kepada ular, ‘Buah dari pohon-pohon di taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun sentuh, nanti kamu mati!’  Tetapi, ular berkata kepada perempuan itu, ‘Sekali-kali kamu tidak akan mati.  Sebaliknya,  Allah mengetahui bahwa pada saat kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.’  Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan menarik untuk dipandang.  Lagi pula, pohon itu diminati karena memberi pengertian. Lalu ia memetik buahnya dan memakannya. Ia memberikannya juga kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya pun memakannya”).

Demikianlah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa seperti halnya si Lucifer itu sendiri.  Dan demikianlah juga mulai saat itu dosa masuk ke dalam dunia hingga hari ini.  

ALLAH TIDAK MENCIPTAKAN DOSA & KEJAHATAN !!!                                                                                                                      Masuknya dosa ke alam dunia karena ulah seorang kerub bernama Lucifer & karena ketidak-taatan manusia pertama, Adam dan Hawa.

(Roma 5:12,19, “… dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang (baca: Adam)…  melalui ketidak-taatan satu orang (baca: Adam) banyak orang telah menjadi orang berdosa…”).

 SIAPA YANG AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA?

Filipi 4:19 berbunyi: 

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." 

Ayat ini menegaskan janji pemeliharaan Allah yang sempurna atas kebutuhan umat-Nya (bukan keinginan), berdasarkan pada kekayaan-Nya yang berlimpah melalui Kristus Yesus. 



Janji Allah: Tuhan menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani.

Sumber Kekayaan: Pemenuhan didasarkan pada "kekayaan dan kemuliaan-Nya", artinya tidak terbatas.

Dalam Kristus Yesus: Janji ini digenapi melalui hubungan pribadi dan iman kepada Yesus Kristus.

Kebutuhan vs Keinginan: Tuhan berjanji mencukupi segala  keperluan (kebutuhan) kita, bukan menuruti keinginan atau hawa nafsu kita. 

Konteks: Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat Filipi yang bermurah hati menopang pelayanannya.

________________________________________________

Ayat ini merupakan penguatan iman, terutama dalam situasi ekonomi yang sulit, bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya. 

________________________________________________

(Dikutip dari:  Bible.com)

 MERINDUKAN TUHAN


Mudah bagi kita untuk berpikir bahwa kita kuat, mampu, dan “kita bisa mengatasinya.”  Namun pada kenyataannya, kita tak berdaya tanpa TUHAN.  Kita sangat membutuhkan TUHAN—setiap saat, setiap hari!

Jika Anda sangat PD (percaya diri) pada kemandirian Anda sendiri, tanyakan pada diri Anda:  Siapa yang menciptakan dunia ini? Siapa yang menciptakan tubuh, pikiran, dan jiwa saya? Mata, kaki, dan paru-paru saya? Siapa yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan—atau menghancurkan? Siapa yang memegang kunci kehidupan?

 

Kita tidak akan ada di sini jika Dia tidak menciptakan kita. Kita tidak akan hidup jika Dia tidak menopang kita. Kita tidak akan berkembang jika Dia tidak membimbing, melindungi, dan memberdayakan kita.

 


Penulis 1 Tawarikh memahami pentingnya bergantung pada TUHAN.  Dia berkata:

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya; carilah wajah-Nya senantiasa!

(1 Tawarikh 16:11)

 

Di dunia yang terus-menerus fokus pada dirinya sendiri, penting menyadari kebutuhan kita untuk bergantung pada TUHAN. Kita membutuhkan kekuatan-Nya, kita membutuhkan kuasa-Nya, dan—dengan kata lain—kita hanya membutuhkan Dia!

 

Jadi, bagaimana kita dapat mencari kekuatan dan kehadiran-Nya senantiasa?   Dengan tetap menjalin hubungan  dengan-Nya: Berbicara dengan-Nya sepanjang hari, memprioritaskan-Nya di tengah berbagai kesibukan, dan dengan rendah hati meminta kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita.

 

TUHAN tidak akan pernah menolak orang-orang yang bersungguh hati mencari Dia!

 

Datanglah kepada-Nya dengan kelemahanmu, dan Dia akan memberikan kekuatan kepadamu.

Datanglah kepada-Nya dengan pertanyaanmu, kebutuhanmu, dan keinginanmu, dan Dia akan memberikan diri-Nya sendiri kepadamu.

 

Dan itulah yang terbaik dari semuanya.   Amen!  <>


(Sumber:  YOUVERSION)

 SELAMAT TAHUN BARU IMLEK...

Tahun Baru IMLEK adalah perayaan yang kaya makna budaya, nilai keluarga, dan simbol harapan.

Dalam perspektif iman Kristen, perayaan ini perlu disikapi dengan hikmat: membedakan antara tradisi yang selaras dengan kebenaran firman Tuhan vs. tradisi yang bertentangan dengan iman kepada Kristus.

Orang percaya dipanggil bukan untuk menolak budaya secara total, melainkan untuk menilai dan memaknainya dengan terang Injil.


 Sifat Asli, Karakter Seseorang...

Siapakah Engkau Sesungguhnya???


Alkitab berkata,            "Siapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat.  Siapa yang cemar, biarlah ia terus cemar.  Siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran.  Siapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

(Kitab Wahyu 22:11)

 MANUSIA…                                    CIPTAAN TUHAN YANG PALING BERHARGA

 _________________________________

Selama ribuan tahun, manusia berkumpul di sekitar api unggun dan memandang langit malam, mempelajari bintang-bintang.

Kini, berkat teleskop, satelit, dan kemajuan teknologi modern, kita telah menemukan lebih banyak tentang ciptaan langit Allah daripada sebelumnya:  planet-planet yang beragam, debu antarbintang, lubang hitam yang misterius, dan miliaran galaksi lainnya.

Namun, apa yang kita temukan bukanlah hal baru bagi Allah. Itu adalah langit dan bumi yang sama yang Dia ciptakan pada awal waktu. Meskipun kita baru menggores permukaan dari apa yang masih harus ditemukan, keagungan langit dan keindahan desainnya memanggil rasa rendah hati dan penyembahan.

Dalam Mazmur 8:3-4, Daud menulis:

“Ketika aku memandang langit-Mu, karya jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Engkau tempatkan di sana, apakah manusia itu sehingga Engkau mengingatnya, makhluk manusia sehingga Engkau mengasihinya?”

Allah yang sama yang menggantung matahari, bulan, dan bintang-bintang di langit juga menciptakan kita. Dia menciptakan kita semua. Sangat mengagumkan untuk memikirkan bahwa Dia menganggap kita sebagai ciptaan-Nya yang paling berharga.

Seperti Daud, hal ini seharusnya membuat kita rendah hati dan mendorong kita untuk menyembah.

Siapakah kita,  yang pada akhirnya, dicintai, dipilih, dan ditebusketika kita tidak pantas menerimanya? Siapakah kita, ketika kita mempertimbangkan keagungan Pencipta kita, untuk diciptakan menurut gambar-Nya? Siapakah kita sehingga Allah memperhatikan kita? Siapakah kita sehingga Dia peduli pada detail-detail hidup kita?

Kita adalah umat-Nya. Anak-anak-Nya. Kita milik-Nya.

_________________________________________________________

“… semua orang yang menerima-Nya (Yesus Kristus),  diberi-Nya hak supaya menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yesus Kristus).

(Injil Yohanes 1:12)