MERINDUKAN TUHAN


Mudah bagi kita untuk berpikir bahwa kita kuat, mampu, dan “kita bisa mengatasinya.”  Namun pada kenyataannya, kita tak berdaya tanpa TUHAN.  Kita sangat membutuhkan TUHAN—setiap saat, setiap hari!

Jika Anda sangat PD (percaya diri) pada kemandirian Anda sendiri, tanyakan pada diri Anda:  Siapa yang menciptakan dunia ini? Siapa yang menciptakan tubuh, pikiran, dan jiwa saya? Mata, kaki, dan paru-paru saya? Siapa yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan—atau menghancurkan? Siapa yang memegang kunci kehidupan?

 

Kita tidak akan ada di sini jika Dia tidak menciptakan kita. Kita tidak akan hidup jika Dia tidak menopang kita. Kita tidak akan berkembang jika Dia tidak membimbing, melindungi, dan memberdayakan kita.

 


Penulis 1 Tawarikh memahami pentingnya bergantung pada TUHAN.  Dia berkata:

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya; carilah wajah-Nya senantiasa!

(1 Tawarikh 16:11)

 

Di dunia yang terus-menerus fokus pada dirinya sendiri, penting menyadari kebutuhan kita untuk bergantung pada TUHAN. Kita membutuhkan kekuatan-Nya, kita membutuhkan kuasa-Nya, dan—dengan kata lain—kita hanya membutuhkan Dia!

 

Jadi, bagaimana kita dapat mencari kekuatan dan kehadiran-Nya senantiasa?   Dengan tetap menjalin hubungan  dengan-Nya: Berbicara dengan-Nya sepanjang hari, memprioritaskan-Nya di tengah berbagai kesibukan, dan dengan rendah hati meminta kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita.

 

TUHAN tidak akan pernah menolak orang-orang yang bersungguh hati mencari Dia!

 

Datanglah kepada-Nya dengan kelemahanmu, dan Dia akan memberikan kekuatan kepadamu.

Datanglah kepada-Nya dengan pertanyaanmu, kebutuhanmu, dan keinginanmu, dan Dia akan memberikan diri-Nya sendiri kepadamu.

 

Dan itulah yang terbaik dari semuanya.   Amen!  <>


(Sumber:  YOUVERSION)

 SELAMAT TAHUN BARU IMLEK...

Tahun Baru IMLEK adalah perayaan yang kaya makna budaya, nilai keluarga, dan simbol harapan.

Dalam perspektif iman Kristen, perayaan ini perlu disikapi dengan hikmat: membedakan antara tradisi yang selaras dengan kebenaran firman Tuhan vs. tradisi yang bertentangan dengan iman kepada Kristus.

Orang percaya dipanggil bukan untuk menolak budaya secara total, melainkan untuk menilai dan memaknainya dengan terang Injil.


 Sifat Asli, Karakter Seseorang...

Siapakah Engkau Sesungguhnya???


Alkitab berkata,            "Siapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat.  Siapa yang cemar, biarlah ia terus cemar.  Siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran.  Siapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

(Kitab Wahyu 22:11)

 MANUSIA…                                    CIPTAAN TUHAN YANG PALING BERHARGA

 _________________________________

Selama ribuan tahun, manusia berkumpul di sekitar api unggun dan memandang langit malam, mempelajari bintang-bintang.

Kini, berkat teleskop, satelit, dan kemajuan teknologi modern, kita telah menemukan lebih banyak tentang ciptaan langit Allah daripada sebelumnya:  planet-planet yang beragam, debu antarbintang, lubang hitam yang misterius, dan miliaran galaksi lainnya.

Namun, apa yang kita temukan bukanlah hal baru bagi Allah. Itu adalah langit dan bumi yang sama yang Dia ciptakan pada awal waktu. Meskipun kita baru menggores permukaan dari apa yang masih harus ditemukan, keagungan langit dan keindahan desainnya memanggil rasa rendah hati dan penyembahan.

Dalam Mazmur 8:3-4, Daud menulis:

“Ketika aku memandang langit-Mu, karya jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Engkau tempatkan di sana, apakah manusia itu sehingga Engkau mengingatnya, makhluk manusia sehingga Engkau mengasihinya?”

Allah yang sama yang menggantung matahari, bulan, dan bintang-bintang di langit juga menciptakan kita. Dia menciptakan kita semua. Sangat mengagumkan untuk memikirkan bahwa Dia menganggap kita sebagai ciptaan-Nya yang paling berharga.

Seperti Daud, hal ini seharusnya membuat kita rendah hati dan mendorong kita untuk menyembah.

Siapakah kita,  yang pada akhirnya, dicintai, dipilih, dan ditebusketika kita tidak pantas menerimanya? Siapakah kita, ketika kita mempertimbangkan keagungan Pencipta kita, untuk diciptakan menurut gambar-Nya? Siapakah kita sehingga Allah memperhatikan kita? Siapakah kita sehingga Dia peduli pada detail-detail hidup kita?

Kita adalah umat-Nya. Anak-anak-Nya. Kita milik-Nya.

_________________________________________________________

“… semua orang yang menerima-Nya (Yesus Kristus),  diberi-Nya hak supaya menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yesus Kristus).

(Injil Yohanes 1:12)

 ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH



ALKITAB bukanlah sesuatu yang bisa kita ambil dan buang begitu saja...                                                                  KITA HARUS MEMBACANYA, MENERAPKANNYA, MENJALANKANNYA,             MENJADI BAGIANNYA,         SETIAP HARI DALAM HIDUP KITA...                                                                                Karena hidup kita bergantung pada FIRMAN TUHAN.

________________________

Jawab YESUS,  “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”

(Injil Matius 4:4)

______________________________


PENGIKUT KRISTUS & PEPERANGAN ROHANI

-KITA SEDANG BERADA DI ZAMAN AKHIR

-YESUS KRISTUS SEGERA DATANG KEMBALI

-KITA DALAM PEPERANGAN ROHANI BUKAN REKREASI

-APA YANG HARUS ANDA LAKUKAN???

Video 1

Gunakan Waktu Yang Ada



Video 2

Melatih KESABARAN



Video 3

Membangun KARAKTER



Video 4 

Memupuk SUKACITA



Video 5

Yesus Tidak Akan Terlambat 



Sumber: Bible Bites

 HANYA CIPTAAN

ATAU ANAK-ANAK-NYA?

 

Siapakah kita ini di hadapan ALLAH… 

(Bacalah kitab Injil Yohanes 1:10-12)





Injil Yohanes 1:12  memberikan janji luar biasa bahwa siapa pun (tanpa memandang latar belakang) yang menerima dan percaya kepada-Nya (kepada Tuhan Yesus Kristus) diberikan hak atau kuasa menjadi anak-anak Allah.

Injil Yohanes 1:10-12 menjelaskan bahwa Yesus (Firman) sudah ada di dunia saat dunia diciptakan, tetapi dunia tidak mengenal-Nya, bahkan umat kepunyaan-Nya pun menolak-Nya.

Namun kepada semua yang menerima dan percaya pada nama-Nya, Ia memberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang diperanakkan bukan dari darah atau keinginan daging, melainkan dari Allah. 

Berikut adalah teks lengkapnya  (Yohanes 1:10-12): 

  • Ayat 10: "Ia (Yesus Kristus) telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya."
  • Ayat 11: "Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya."
  • Ayat 12: "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (percaya kepada Tuhan Yesus Kristus)." 

Inti dari ayat-ayat tersebut:

  • *Penciptaan Alam Semesta*

Yesus sudah ada sejak awal, bersama Allah, dan melalui Dia segala sesuatu diciptakan.

  • *Penolakan Oleh Kepunyaan-Nya*

Meskipun Dia adalah Sang Pencipta, dunia tidak mengenal-Nya atau menerima-Nya.

  • *Pemberian Hak Istimewa*

Mereka yang menerima Yesus dan percaya pada nama-Nya diberikan hak istimewa untuk menjadi anak-anak Allah (kelahiran baru dari Allah).   <>