Siapa sebenarnya penulis Alkitab?
Alkitab ditulis di tiga benua.
Asia. Afrika. Eropa.
Dalam tiga bahasa.
Ibrani. Aram. Yunani.
Oleh lebih dari 40 orang yang berbeda.
Gembala. Raja. Nabi. Nelayan. Seorang pemungut pajak. Seorang tabib.
Seorang pembuat tenda.
Sebagian besar penulis ini tidak pernah bertemu. Tidak ada komite yang
merencanakannya. Tidak ada editor manusia yang menyatukannya.
Ditulis di istana dan di penjara. Di gurun dan di kota-kota. Dalam
kebebasan dan di pengasingan.
Selama kurang lebih 1.500 tahun dan terdiri dari 66 kitab.
Alkitab berisi sebuah kisah yang berkelanjutan dan mengandung puluhan
ribu rujukan ayat silang.
Penciptaan. Kejatuhan. Penebusan. YESUS.
Satu bagian Kitab Suci berhubungan dengan bagian lainnya — yang terkadang
ditulis dengan selisih ratusan tahun.
Kitab Kejadian terhubung dengan Kitab-kitab Nabi. Kitab-kitab Nabi
terhubung dengan Injil. Injil terhubung dengan Surat-surat. Dan semuanya
bersatu dalam Kitab Wahyu.
Alkitab dibuka dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Kejadian dan ditutup
dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Wahyu.
Penulis yang berbeda.
Abad yang berbeda.
Budaya yang berbeda.
Namun satu suara.
Bagaimana bisa?
Karena di balik tangan-tangan manusia itu ada seorang Penulis yang Ilahi.
“Seluruh Kitab Suci
diilhamkan oleh Allah…”
(2 Timotius 3:16).
Manusia memegang pena.
Tetapi Allah-lah yang menulis kisahnya!