ALLAH TRITUNGGAL

DI PERJANJIAN LAMA ?

Sebuah pemikiran yang menarik:

Mungkinkah apa yang kita sebut Tritunggal sebenarnya berakar pada Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) yang diberikan kepada Israel?

 

Banyak orang menolak doktrin Tritunggal karena kata “Tritunggal” tidak ditemukan dalam Alkitab.  Itu benar!

Namun, kata “Alkitab” pun tidak ada di sana.

Sebuah istilah tidak harus muncul dalam Kitab Suci agar kebenaran yang digambarkannya dapat dianggap alkitabiah.

Pertanyaan sebenarnya adalah apakah Tritunggal Allah diungkapkan di sana atau tidak?

 

Perhatikan kitab Yesaya pasal 48.

Dia yang berbicara berkata:

Dengarkanlah Aku, hai Yakub,

dan Israel, yang Kupanggil:

Akulah Dia, Akulah yang Pertama,

Akulah juga yang Terakhir.

Sesungguhnya tangan-Ku telah meletakkan dasar bumi,

dan tangan kanan-Ku telah membentangkan langit…”

(Kitab Yesaya 48:12-13).

 

Yang berbicara itu mengidentifikasi diri-Nya sebagai Yang Pertama dan Yang Terakhir serta sebagai Dia yang meletakkan dasar bumi dan membentangkan langit.  Dia adalah Pencipta yang kekal. 




Namun kemudian, Dia yang sama berkata:

Datanglah mendekat kepada-Ku, dengarkanlah ini:

Aku tidak pernah berbicara secara rahasia sejak awal;

Sejak waktu itu ada, Aku sudah ada di sana.

Dan sekarang Tuhan ALLAH dan Roh-Nya

Telah mengutus Aku.

(Kitab Yesaya 48:16).


Jangan lewatkan ini!

Pencipta yang kekal—Yang Awal dan Yang Akhir—mengatakan bahwa Tuhan ALLAH dan Roh-Nya telah mengutus-Nya.

Dia yang diutus.

Tuhan ALLAH yang mengutus.

Dan Roh-Nya.

 

Namun, hanya ada satu Allah.

Lalu, siapakah Yang Awal dan Yang Akhir ini?

 

Kitab Wahyu memastikan:

Janganlah takut; Akulah Yang Awal dan Yang Akhir.  Akulah Dia yang hidup, dan pernah mati, dan lihatlah, Akulah yang hidup selamanya.”

(Wahyu 1:17-18).

 

Yang berbicara adalah YESUS — Dia yang mati dan bangkit kembali.

Yang Awal dan Yang Akhir” dalam Kitab Yesaya adalahYang Awal dan Yang Akhiryang sama yang diwahyukan dalam Kitab Wahyu.

 

Sekarang dengarkanlah kata-kata YESUS sendiri:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham ada,  AKU TELAH ADA.”

(Yohanes 8:58).

Dan dalam doa-Nya kepada Bapa:

“Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku bersama-Mu, dengan kemuliaan yang Aku miliki bersama-Mu sebelum dunia ada.”

(Yohanes 17:5).

 

Nabi Yesaya memperkenalkan Pencipta yang kekal, Tuhan ALLAH, dan Roh-Nya.

Kitab Wahyu mengidentifikasi Yang Awal dan Yang Akhir sebagai YESUS.

Dan YESUS sendiri menyatakan keberadaan-Nya yang kekal serta kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum dunia ada.

 

Ketritunggalan Allah tidak diciptakan oleh Gereja berabad-abad kemudian. Dasar-dasarnya telah diwahyukan dalam Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) yang diberikan kepada Israel.

Satu Allah à  Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

 

(Sumber:  Amir Tsarfati)  


 GEREJA bukan ISRAEL

(Oleh:  Amir Tsarfati) 

Banyak orang penasaran tentang masa depan Israel, yang —ternyata—sangat berbeda dari masa depan Gereja.   

Masa depan Israel tidak hanya dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama. Para murid YESUS sendiri dengan jelas memahami bahwa Israel memiliki masa depan yang unik.

 

Dalam Kisah Para Rasul 1, kita membaca bahwa setelah kebangkitan-Nya, YESUS menampakkan diri kepada para murid-Nya selama empat puluh hari dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Sebelum kenaikan-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem dan menantikan janji Bapa—Roh Kudus.

 

Setelah empat puluh hari diajar oleh MESIAS yang telah bangkit, mereka bertanya kepada-Nya:

Tuhan, apakah pada saat ini Engkau akan memulihkan kerajaan bagi Israel?  (Kisah Para Rasul 1:6).

 

Perhatikan jawaban YESUS.

Ia TIDAK berkata:

Israel telah digantikan oleh Gereja.”

Ia TIDAK berkata:

Allah telah selesai dengan Israel.”

Ia juga TIDAK membantah harapan mereka mengenai pemulihan Israel di masa depan.

 

YESUS hanya membahas soal waktu:

Bukan hakmu untuk mengetahui waktu atau masa yang telah ditetapkan Bapa dalam kuasa-Nya sendiri.”  (Kisah Para Rasul 1:7).



Kemudian YESUS memberikan tugas misi kepada murid-murid-Nya—dan melalui mereka,  kepada Gerejakata-Nya:

Tetapi kamu akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun atas kamu; dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi.”  (Kisah Para Rasul 1:8).

 

Perbedaannya sangat jelas:

Israel memiliki masa depan yang dijanjikan.

Gereja memiliki tugas misi saat ini.

 

Jadi, alih-alih mengajarkan bahwa Gereja telah menggantikan Israel, seharusnya kita melakukan apa yang YESUS perintahkan kepada kita—memberitakan Injil dan menjadi saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi, sambil percaya bahwa Allah akan menggenapi setiap janji yang telah Ia berikan kepada Israel.

 

Pemulihan Israel bukanlah soal “APAKAH”, melainkan “KAPAN”.

Misi Gereja bukanlah soal “KAPAN”, melainkan “SEKARANG”.


 Siapa sebenarnya penulis Alkitab?

 

Alkitab ditulis di tiga benua.

Asia. Afrika. Eropa.

Dalam tiga bahasa.

Ibrani.  Aram.  Yunani.

Oleh lebih dari 40 orang yang berbeda.

Gembala. Raja. Nabi. Nelayan. Seorang pemungut pajak. Seorang tabib. Seorang pembuat tenda.

Sebagian besar penulis ini tidak pernah bertemu. Tidak ada komite yang merencanakannya. Tidak ada editor manusia yang menyatukannya.

Ditulis di istana dan di penjara. Di gurun dan di kota-kota. Dalam kebebasan dan di pengasingan.

Selama kurang lebih 1.500 tahun dan terdiri dari 66 kitab. 

Alkitab berisi sebuah kisah yang berkelanjutan dan mengandung puluhan ribu rujukan ayat silang.

Penciptaan. Kejatuhan. Penebusan. YESUS.

Satu bagian Kitab Suci berhubungan dengan bagian lainnya — yang terkadang ditulis dengan selisih ratusan tahun.

Kitab Kejadian terhubung dengan Kitab-kitab Nabi. Kitab-kitab Nabi terhubung dengan Injil. Injil terhubung dengan Surat-surat. Dan semuanya bersatu dalam Kitab Wahyu.

Alkitab dibuka dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Kejadian dan ditutup dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Wahyu.

Penulis yang berbeda.

Abad yang berbeda.

Budaya yang berbeda.

Namun satu suara.

Bagaimana bisa?

Karena di balik tangan-tangan manusia itu ada seorang Penulis yang Ilahi.

Seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah…

(2 Timotius 3:16).

Manusia memegang pena.

Tetapi Allah-lah yang menulis kisahnya!

 GEMPA BUMI BESAR DI AS & MEKSIKO

AKAN SEGERA TERJADI ???

Ratusan video di YouTube dan Instagram Reels mengisyaratkan bahwa gempa bumi besar di AS dan Meksiko akan segera terjadi.


Dua perkara yang perlu diingat:

1. Orang-orang yang sama ini telah membuat ramalan serupa selama bertahun-tahun.

2. Gempa bumi secara khusus telah dinubuatkan oleh YESUS, Mesias kita, sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman:

“Dan akan terjadi kelaparan, wabah penyakit, dan gempa bumi di berbagai tempat. Semua itu hanyalah permulaan penderitaan.”

(Matius 24:7-8)

Ungkapan “permulaan penderitaan” itu penting. Kata Yunani ōdin merujuk pada rasa sakit saat hendak melahirkan.

Dan kita tahu bagaimana proses rasa sakit saat melahirkan: seiring mendekatnya saat persalinan, kontraksi semakin sering dan intens.

YESUS tidak menceritakan hal-hal ini kepada murid-murid-Nya agar mereka panik. Justru sebaliknya:

Janganlah kamu gelisah; sebab semua hal ini harus terjadi, tetapi akhir zaman belum tiba.”

(Matius 24:6)

Jadi, ketika kita melihat gempa bumi, perang, penipuan, dan tanda-tanda lain yang YESUS gambarkan, respons kita seharusnya bukan ketakutan. Tetapi kita harus mengenali masa yang disebutkan ini.

Kita hidup di akhir zaman yang sesungguhnya.

Jadi, daripada panik memikirkan kapan atau di mana gempa bumi berikutnya akan terjadi, marilah kita memusatkan perhatian pada sesuatu yang jauh lebih penting.

Pertanyaan terpenting bukanlah kapan bumi di bawah kaki kita akan berguncang.

Melainkan ke mana kita akan pergi tatkala waktu kita di bumi ini berakhir !!!

 Di manakah Anda                akan menghabiskan kekekalan?

Seseorang pernah berkata:

“Orang yang berpikiran tajam mendiskusikan gagasan, orang yang berpikiran biasa mendiskusikan peristiwa, sedangkan orang yang berpikiran lemah mendiskusikan orang lain.”

Inilah sebabnya kalau kita hanya berfokus pada berita—pada peristiwa—tanpa melihat gambaran yang lebih luas mengenai iman kita serta kebutuhan mendesak akan keselamatan & kehidupan kekal melalui pertobatan dan pengampunan dosa, pada akhirnya adalah sia-sia!

Berbagai peristiwa datang dan pergi. Berita utama berubah terus. Namun, kekekalan selalu tetap.

YESUS berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”  (Injil Matius 24:35).      

                                                                                                                                                                   


Jangan biarkan peristiwa-peristiwa dunia ini, atau kehidupan orang lain, mengalihkan perhatian kita dari pertanyaan terbesar dari semuanya: Di manakah Anda akan menghabiskan kekekalan?

Berita utama akan berlalu. Dunia sekarang ini akan berlalu. Namun, kekekalan itu nyata.

Harapan kita hanya di dalam Mesias YESUS ada hidup kekal  —  di dalam Mesias YESUS ada kebangkitan tubuh dalam wujud baru dan mulia. Tubuh baru ini akan bersatu dengan jiwa kita yang kekal.  Dan dengan tubuh mulia ini kita akan hidup bersama dengan Mesias YESUS selama-lamanya.

“Sebab kewarganegaraan kita ada di surga, dari mana kita juga dengan penuh kerinduan menantikan Juruselamat, YESUS, Mesias kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini agar serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang mampu menaklukkan segala sesuatu bagi diri-Nya”   (Filipi 3:20-21).

(Dikutip dari: Amir Tsarfati)

 BAPTISAN YESUS DAN MANIFESTASI ALLAH TRITUNGGAL...

Pada peristiwa baptisan Yesus di sungai Yordan, manifestasi ALLAH TRITUNGGAL ---Allah Esa yang terdiri dari tiga pribadi: Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus--- dinyatakan dengan jelas sekali.




“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap di atas-Nya.

Terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan’”

(Injil Matius 3:16-17) 

 PENJALA IKAN atau...

PENJALA MANUSIA?


"Ketika Yesus  sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya.  Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Yesus berkata kepada mereka, 'Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.'   Mereka pun segera meninggalkan jala mereka dan mengikuti Dia.
Dari sana Yesus meneruskan perjalanan dan melihat dua orang bersaudara yang lain, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka Zebedeus sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia."
(Injil Matius 4 : 18-22)