RITUAL SETAN
di masa kini ???
Baru-baru ini, puluhan ribu orang
berkumpul di Gurun Black Rock, Nevada, untuk acara Burning Man.
Acara ini dimulai pada tahun 1986, ketika sekelompok
kecil orang berkumpul di Baker Beach, San Francisco, dan membakar patung kayu
setinggi delapan kaki. Pada tahun 1990, acara ini dipindahkan ke gurun
Nevada, di mana ia berkembang menjadi pertemuan tahunan berskala besar yang
berpusat pada seni, musik, ekspresi diri yang radikal, serta upacara pembakaran
patung manusia raksasa.
Bagi dunia, Burning Man adalah perayaan yang tampak
tak bersalah atas seni, komunitas, dan ekspresi diri.
Namun, perhatikanlah lebih dekat.
Di balik lampu-lampu, kostum, api, dan musik, terdapat gema
yang tak terbantahkan dari penyembahan pagan kuno—ritual, kesadaran yang
diubah, amoralitas seksual, penyembahan diri, dan pembakaran patung manusia di
hadapan kerumunan besar.
Apa yang kita saksikan bukanlah sekadar festival biasa.
Ini adalah gambaran dari masalah spiritual kuno umat manusia yang
dibungkus dengan kemasan modern. Paganisme kuno terus kembali karena hati
manusia tetap tidak berubah. Namanya memang telah berubah. Namun, kekosongan
dalam diri manusia tetap sama.
Saat ini, umat manusia memiliki pengetahuan yang lebih
banyak daripada generasi mana pun sebelumnya. Namun, peningkatan
pengetahuan tersebut tidak menghasilkan kebenaran dan kedamaian. Teknologi dapat mempermudah hidup, tetapi tidak dapat
menyembuhkan hati manusia. Kecerdasan buatan dapat memberikan jawaban, tetapi tidak
dapat memberikan keselamatan. Karena mereka belum mengenal Yesus sang
Mesias.
Masalah sesungguhnya umat manusia bukanlah kurangnya
pendidikan, kreativitas, kebebasan, atau pengalaman spiritual. Masalahnya adalah dosa. Hati manusia terpisah dari Allah,
diperbudak oleh keinginannya sendiri, dan tidak mampu menyelamatkan dirinya
sendiri.
Di lubuk hati yang paling dalam, manusia tahu bahwa
mereka tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Namun, mereka belum tentu
menginginkan Allah—karena Allah menuntut pertobatan, penyerahan diri, dan
pertanggungjawaban.
Setan, pembunuh manusia & bapa segala pendusta, menawarkan spiritualitas
palsu tanpa kekudusan, penyembahan tanpa kebenaran, kebebasan tanpa
pertanggungjawaban, dan pelarian sementara tanpa keselamatan.
Namun Yesus sang Mesias, Anak Allah yang hidup menawarkan sesuatu yang
sama sekali berbeda. Dia
datang untuk membebaskan kita dari dosa yang menguasai hati kita. Dia
tidak datang sekadar untuk memperbaiki hidup kita. Dia datang untuk memberi
kita hidup yang baru.
Yesus menanggung hukuman yang seharusnya kita
terima atas dosa-dosa kita, mati menggantikan kita, dan bangkit kembali.
Melalui pertobatan dan iman kepada-Nya, kita menerima pengampunan, rekonsiliasi
dengan Allah, hati yang baru, serta kebebasan dari rasa bersalah, hukuman, dan
kuasa dosa. Itulah kebebasan yang sesungguhnya.
“Jadi, jika Anak membebaskan kamu, kamu benar-benar akan
merdeka” (Injil Yohanes 8:36).
Manusia tidak membutuhkan perayaan, ritual, aturan-aturan
agamis, pengalaman, atau terobosan teknologi untuk dibebaskan dari DOSA.
Mereka
membutuhkan pengampunan.
Mereka
membutuhkan hati yang baru.
Mereka
membutuhkan keselamatan.
Mereka membutuhkan Yesus Kristus!