MEMBERI DENGAN SUKACITA !!!
Jemaat Kristus
...alam maut tidak akan menguasainya (Matius 16:18)
MENGAPA YESUS MATI DISALIB?
TUJUAN ILAHI DINYATAKAN DI ALKITAB:
1.
Lukas
22:42 adalah ayat
Alkitab yang mencatat doa Yesus di Taman Getsemani: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau,
ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah
yang terjadi”
2.
Matius 26:56 berbunyi: "Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap
yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi."
3.
Ibrani 10:9 menyatakan: "Dan kemudian kata-Nya: 'Sungguh, Aku datang untuk
melakukan kehendak-Mu.' Yang pertama
Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.”
4.
Lukas 22:20 mencatat momen penting saat Perjamuan Malam Terakhir. Yesus berkata, "Cawan ini adalah perjanjian
baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."
5.
Kisah Para Rasul 20:28, "Karena
itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan
Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang
diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri."
6.
Efesus
2:16 berbunyi: "… dan
untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh
salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu."
7.
Matius
20:28 berbunyi: "Sama
seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"
8.
Yohanes
1:29 adalah: "Pada
keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata:
'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."
9.
1
Yohanes 3:8 menyatakan
bahwa “barangsiapa yang tetap berbuat dosa berasal dari Iblis, karena Iblis
telah berbuat dosa sejak semula. Namun, Anak Allah (Yesus Kristus) datang ke
dunia untuk membinasakan segala perbuatan Iblis tersebut.”
10. Ibrani
9:11-14 menjelaskan bahwa “Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung Perjanjian Baru yang
masuk ke tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri untuk memberikan kelepasan kekal dan menyucikan hati nurani.”
11. Roma
5:8 berbunyi: "Akan tetapi Allah
menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk
kita, ketika kita masih berdosa."
12. Yohanes
3:16 berbunyi: "Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
13. Matius
20:28 berbunyi: "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan
untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang"
14. Yohanes 3:16 berbunyi: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
renungan harian:
HIKMAT BIJAKSANA YANG DARI ATAS...
Yesus bukanlah seorang Kristen.
Dia adalah orang Yahudi.
-pixabay
Dia sendiri telah menjelaskannya dengan tegas ketika berkata kepada perempuan Samaria itu:
“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal; kami tahu siapa yang kami sembah, sebab keselamatan berasal dari orang Yahudi.” (Injil Yohanes 4:22)
Bahkan nama Ibrani-Nya pun menyatakan siapa Dia. Yeshua (×™ֵשׁוּ×¢ַ) berarti “keselamatan.” Memang, keselamatan berasal dari orang Yahudi.
Dia datang ke dunia sebagai orang Yahudi, hidup sebagai orang Yahudi, mati sebagai orang Yahudi, bangkit kembali sebagai orang Yahudi, dan akan kembali sebagai Mesias Yahudi. Itulah sebabnya Kitab Suci menyebut-Nya:
“... Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang…” (Wahyu 5:5 )
Orang Kristen adalah pengikut Mesias (Kristus). Anda tidak dapat menjadi pengikut Mesias jika Anda sendiri adalah Mesias. Yesus-lah Mesias untuk diikuti oleh semua orang, terlepas dari etnis, kebangsaan, atau latar belakang agama mereka.
“Dan tidak ada keselamatan di dalam nama lain, sebab tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kita harus diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12 )
Oleh: Amir Tsarfati.
serakah atau tamak...
Serakah itu seperti minum air laut... SEmakin diminum SEmakin haus!
Dalam bahasa asli Perjanjian Baru (Yunani), sifat ini sering disebut sebagai pleonexia (keinginan tak pernah puas untuk memiliki lebih banyak) atau philarguria (cinta akan uang).
Injil Markus 7:21-23
Yesus menyebutkan bahwa keserakahan adalah salah satu dari hal-hal jahat yang timbul dari dalam hati orang dan yang menajiskan manusia.
Injil Lukas 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya."
Surat 2 Petrus 2:3
Dan karena ketamakannya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari keuntungan dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka.
Mencari Keadilan Seperti Allah Bapa Kita
Dalam Yesaya 1:17, Allah
menyerukan kepada umat-Nya untuk “belajarlah berbuat benar; carilah keadilan. Bela orang yang tertindas.
Perjuangkan hak anak yatim; belalah perkara janda.” Ini
bukan sekedar saran—melainkan perintah yang berakar pada kerinduan Allah
sendiri akan keadilan.
Yesaya
menyoroti tiga kelompok
yang paling rentan pada zamannya: orang-orang yang tertindas, anak-anak yatim, dan janda. Penderitaan mereka
tidak boleh diabaikan—dan hal yang sama berlaku hingga hari ini.
Panggilan untuk keadilan selalu menjadi inti dari
hati Allah. Keadilan tidak terpisah dari iman—melainkan
merupakan wujudnya. Mengikut Yesus berarti
peduli terhadap apa yang Dia pedulikan, mengasihi mereka yang Dia kasihi, dan
bertindak atas nama mereka yang tidak dapat memperjuangkan diri sendiri. Ini
bukanlah pilihan. Inilah arti menjadi anak Allah.
Ketika kita mencari keadilan, kita mencerminkan
hati Bapa kita, yang
selalu dekat dengan mereka yang patah hati, selalu membela kepentingan yang
rentan, dan yang selalu
bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan ke dunia.
Sumber: YouVersion
SEBUAH DOA PAGI...
Tuhan Yesus memberi contoh untuk berdoa (berbicara / bercakap-cakap dengan Allah) kepada Bapa-Nya di sorga di waktu pagi hari.
------------------------
"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana."
(Injil Markus 1:35)