INTERMEZZO:
(Surat 3 Yohanes 1:2).
INTERMEZZO:
(Surat 3 Yohanes 1:2).
Hati manusia adalah cerminan dari
manusia itu sendiri, artinya apa yang keluar dari perilaku manusia itu berasal
dari hati manusia.
TUHAN mengatakan agar kita
menjaga hati kita,
supaya kita dapat memancarkan kehidupan kepada sekeliling kita.
"Jagalah hatimu dengan segala
kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
(Kitab Amsal
4:23)
ALLAH TRITUNGGAL
DI
PERJANJIAN LAMA ?
Sebuah pemikiran yang menarik:
Mungkinkah apa yang kita sebut Tritunggal
sebenarnya berakar pada Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) yang
diberikan kepada Israel?
Banyak
orang menolak doktrin Tritunggal karena kata “Tritunggal” tidak
ditemukan dalam Alkitab. Itu benar!
Namun,
kata “Alkitab” pun tidak ada di sana.
Sebuah
istilah tidak harus muncul dalam Kitab Suci agar kebenaran yang digambarkannya
dapat dianggap alkitabiah.
Pertanyaan
sebenarnya adalah apakah Tritunggal Allah diungkapkan di sana atau
tidak?
Perhatikan kitab Yesaya pasal 48.
Dia
yang berbicara berkata:
“Dengarkanlah
Aku, hai Yakub,
dan
Israel, yang Kupanggil:
Akulah
Dia, Akulah yang Pertama,
Akulah
juga yang Terakhir.
Sesungguhnya
tangan-Ku telah meletakkan dasar bumi,
dan
tangan kanan-Ku telah membentangkan langit…”
(Kitab
Yesaya 48:12-13).
Yang berbicara itu mengidentifikasi diri-Nya sebagai Yang Pertama dan Yang Terakhir serta sebagai Dia yang meletakkan dasar bumi dan membentangkan langit. Dia adalah Pencipta yang kekal.
Namun kemudian, Dia yang sama berkata:
“Datanglah
mendekat kepada-Ku, dengarkanlah ini:
Aku
tidak pernah berbicara secara rahasia sejak awal;
Sejak
waktu itu ada, Aku sudah ada di sana.
Dan
sekarang Tuhan ALLAH dan Roh-Nya
Telah
mengutus Aku.”
(Kitab
Yesaya 48:16).
Jangan lewatkan ini!
Pencipta
yang kekal—Yang Awal dan Yang Akhir—mengatakan bahwa Tuhan ALLAH dan Roh-Nya
telah mengutus-Nya.
Dia yang diutus.
Tuhan ALLAH yang mengutus.
Dan Roh-Nya.
Namun,
hanya ada satu Allah.
Lalu,
siapakah Yang Awal dan Yang Akhir ini?
Kitab Wahyu memastikan:
“Janganlah
takut; Akulah Yang Awal dan Yang Akhir. Akulah Dia yang hidup, dan pernah mati, dan
lihatlah, Akulah yang hidup selamanya.”
(Wahyu
1:17-18).
Yang
berbicara adalah YESUS
— Dia yang mati dan bangkit kembali.
“Yang
Awal dan Yang Akhir” dalam Kitab Yesaya adalah “Yang Awal dan Yang Akhir” yang sama yang diwahyukan
dalam Kitab Wahyu.
Sekarang dengarkanlah kata-kata YESUS
sendiri:
“Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham ada, AKU TELAH ADA.”
(Yohanes
8:58).
Dan
dalam doa-Nya kepada Bapa:
“Dan
sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku bersama-Mu, dengan kemuliaan yang Aku miliki
bersama-Mu sebelum dunia ada.”
(Yohanes
17:5).
Nabi Yesaya memperkenalkan Pencipta
yang kekal, Tuhan ALLAH, dan Roh-Nya.
Kitab Wahyu mengidentifikasi Yang
Awal dan Yang Akhir sebagai YESUS.
Dan YESUS sendiri menyatakan
keberadaan-Nya yang kekal serta kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum
dunia ada.
Ketritunggalan
Allah tidak diciptakan oleh Gereja berabad-abad kemudian. Dasar-dasarnya telah
diwahyukan dalam Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) yang diberikan kepada
Israel.
Satu Allah à Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
(Sumber: Amir
Tsarfati)
GEREJA bukan ISRAEL
Banyak
orang penasaran tentang masa
depan Israel,
yang —ternyata—sangat berbeda dari masa depan Gereja.
Masa
depan Israel tidak hanya dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama.
Para murid YESUS sendiri dengan jelas memahami bahwa Israel memiliki
masa depan yang unik.
Dalam Kisah
Para Rasul 1, kita membaca bahwa setelah kebangkitan-Nya, YESUS menampakkan
diri kepada para murid-Nya selama empat puluh hari dan berbicara kepada mereka
tentang Kerajaan Allah. Sebelum kenaikan-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk
tetap tinggal di Yerusalem dan menantikan janji Bapa—Roh Kudus.
Setelah
empat puluh hari diajar oleh MESIAS yang telah bangkit, mereka bertanya
kepada-Nya:
“Tuhan,
apakah pada saat ini Engkau akan memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kisah Para Rasul 1:6).
Perhatikan jawaban YESUS.
Ia TIDAK berkata:
“Israel
telah digantikan oleh Gereja.”
Ia TIDAK berkata:
“Allah
telah selesai dengan Israel.”
Ia
juga TIDAK
membantah harapan mereka mengenai pemulihan Israel di masa depan.
YESUS hanya membahas soal waktu:
“Bukan
hakmu untuk mengetahui waktu atau masa yang telah ditetapkan Bapa dalam
kuasa-Nya sendiri.” (Kisah Para
Rasul 1:7).
Kemudian
YESUS memberikan tugas misi kepada murid-murid-Nya—dan melalui mereka, kepada Gereja—kata-Nya:
“Tetapi
kamu akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun atas kamu; dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke
ujung bumi.” (Kisah Para Rasul
1:8).
Perbedaannya sangat jelas:
Israel memiliki masa depan yang
dijanjikan.
Gereja memiliki tugas misi saat
ini.
Jadi,
alih-alih mengajarkan bahwa Gereja telah menggantikan Israel, seharusnya
kita melakukan apa yang YESUS perintahkan kepada kita—memberitakan Injil dan menjadi
saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi, sambil percaya bahwa Allah akan menggenapi
setiap janji yang telah Ia berikan kepada Israel.
Pemulihan Israel
bukanlah soal “APAKAH”, melainkan “KAPAN”.
Misi Gereja bukanlah soal “KAPAN”,
melainkan “SEKARANG”.
Siapa sebenarnya penulis Alkitab?
Alkitab ditulis di tiga benua.
Asia. Afrika. Eropa.
Dalam tiga bahasa.
Ibrani. Aram. Yunani.
Oleh lebih dari 40 orang yang berbeda.
Gembala. Raja. Nabi. Nelayan. Seorang pemungut pajak. Seorang tabib.
Seorang pembuat tenda.
Sebagian besar penulis ini tidak pernah bertemu. Tidak ada komite yang
merencanakannya. Tidak ada editor manusia yang menyatukannya.
Ditulis di istana dan di penjara. Di gurun dan di kota-kota. Dalam
kebebasan dan di pengasingan.
Selama kurang lebih 1.500 tahun dan terdiri dari 66 kitab.
Alkitab berisi sebuah kisah yang berkelanjutan dan mengandung puluhan
ribu rujukan ayat silang.
Penciptaan. Kejatuhan. Penebusan. YESUS.
Satu bagian Kitab Suci berhubungan dengan bagian lainnya — yang terkadang
ditulis dengan selisih ratusan tahun.
Kitab Kejadian terhubung dengan Kitab-kitab Nabi. Kitab-kitab Nabi
terhubung dengan Injil. Injil terhubung dengan Surat-surat. Dan semuanya
bersatu dalam Kitab Wahyu.
Alkitab dibuka dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Kejadian dan ditutup
dengan Pohon Kehidupan dalam Kitab Wahyu.
Penulis yang berbeda.
Abad yang berbeda.
Budaya yang berbeda.
Namun satu suara.
Bagaimana bisa?
Karena di balik tangan-tangan manusia itu ada seorang Penulis yang Ilahi.
“Seluruh Kitab Suci
diilhamkan oleh Allah…”
(2 Timotius 3:16).
Manusia memegang pena.
Tetapi Allah-lah yang menulis kisahnya!
GEMPA BUMI BESAR DI AS & MEKSIKO
AKAN SEGERA TERJADI ???
Ratusan video di YouTube dan Instagram Reels mengisyaratkan bahwa gempa bumi besar di AS dan Meksiko akan segera terjadi.
Dua perkara yang perlu diingat:
1. Orang-orang yang sama ini
telah membuat ramalan serupa selama bertahun-tahun.
2. Gempa bumi secara khusus
telah dinubuatkan oleh YESUS, Mesias kita, sebagai bagian dari tanda-tanda akhir
zaman:
“Dan akan terjadi kelaparan, wabah penyakit,
dan gempa bumi di
berbagai tempat. Semua itu hanyalah permulaan penderitaan.”
(Matius 24:7-8)
Ungkapan “permulaan penderitaan” itu penting.
Kata Yunani ōdin merujuk pada rasa sakit saat hendak melahirkan.
Dan kita tahu bagaimana proses rasa sakit saat melahirkan:
seiring mendekatnya saat persalinan, kontraksi semakin sering dan intens.
YESUS tidak menceritakan hal-hal ini kepada murid-murid-Nya
agar mereka panik. Justru sebaliknya:
“Janganlah kamu gelisah; sebab semua hal ini
harus terjadi, tetapi akhir zaman belum tiba.”
(Matius 24:6)
Jadi, ketika kita melihat gempa bumi, perang, penipuan, dan
tanda-tanda lain yang YESUS gambarkan, respons kita seharusnya bukan ketakutan.
Tetapi kita harus mengenali masa yang disebutkan ini.
Kita hidup di akhir zaman yang sesungguhnya.
Jadi, daripada panik memikirkan kapan atau di mana gempa
bumi berikutnya akan terjadi, marilah kita memusatkan perhatian pada sesuatu
yang jauh lebih penting.
Pertanyaan terpenting bukanlah kapan
bumi di bawah kaki kita akan berguncang.
Melainkan ke mana kita akan pergi tatkala waktu kita di bumi ini berakhir !!!
Di manakah Anda akan menghabiskan kekekalan?
Seseorang pernah berkata:
“Orang yang berpikiran tajam mendiskusikan
gagasan, orang yang berpikiran biasa mendiskusikan peristiwa, sedangkan orang
yang berpikiran lemah mendiskusikan orang lain.”
Inilah sebabnya kalau kita hanya berfokus pada berita—pada
peristiwa—tanpa melihat gambaran yang lebih luas mengenai iman kita serta
kebutuhan mendesak akan keselamatan & kehidupan kekal melalui pertobatan
dan pengampunan dosa, pada akhirnya adalah sia-sia!
Berbagai peristiwa datang dan pergi. Berita utama berubah
terus. Namun, kekekalan selalu tetap.
YESUS
berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan
berlalu” (Injil Matius 24:35).
Jangan biarkan peristiwa-peristiwa dunia ini, atau kehidupan orang lain, mengalihkan perhatian kita dari pertanyaan terbesar dari semuanya: Di manakah Anda akan menghabiskan kekekalan?
Berita utama akan berlalu. Dunia sekarang ini akan berlalu.
Namun, kekekalan itu nyata.
Harapan kita hanya
di dalam Mesias YESUS ada hidup kekal
— di dalam Mesias YESUS ada
kebangkitan tubuh dalam wujud baru dan mulia. Tubuh baru ini akan bersatu
dengan jiwa kita yang kekal. Dan dengan
tubuh mulia ini kita akan hidup bersama dengan Mesias YESUS selama-lamanya.
“Sebab kewarganegaraan kita ada di surga, dari
mana kita juga dengan penuh kerinduan menantikan Juruselamat, YESUS, Mesias
kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini agar serupa dengan tubuh-Nya
yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang mampu menaklukkan segala sesuatu bagi
diri-Nya” (Filipi 3:20-21).
(Dikutip dari: Amir Tsarfati)