MANUSIA… CIPTAAN TUHAN YANG PALING BERHARGA
_________________________________
Selama ribuan tahun, manusia berkumpul di
sekitar api unggun dan memandang langit malam, mempelajari bintang-bintang.
Kini, berkat teleskop, satelit, dan kemajuan teknologi
modern, kita telah menemukan lebih banyak tentang ciptaan langit Allah daripada
sebelumnya: planet-planet yang beragam, debu antarbintang, lubang hitam yang
misterius, dan miliaran galaksi lainnya.
Namun, apa yang kita temukan bukanlah hal baru bagi Allah.
Itu adalah langit dan bumi yang sama yang Dia ciptakan pada awal waktu.
Meskipun kita baru menggores permukaan dari apa yang masih harus ditemukan,
keagungan langit dan keindahan desainnya memanggil rasa rendah hati dan
penyembahan.
Dalam Mazmur 8:3-4, Daud menulis:
“Ketika aku memandang langit-Mu, karya jari-Mu,
bulan dan bintang-bintang yang Engkau tempatkan di sana, apakah manusia itu
sehingga Engkau mengingatnya, makhluk manusia sehingga Engkau mengasihinya?”
Allah yang sama yang menggantung matahari, bulan, dan
bintang-bintang di langit juga menciptakan kita. Dia menciptakan kita semua. Sangat
mengagumkan untuk memikirkan bahwa Dia menganggap kita sebagai ciptaan-Nya yang
paling berharga.
Seperti Daud, hal ini seharusnya membuat kita rendah hati
dan mendorong kita untuk menyembah.
Siapakah kita, yang pada akhirnya, dicintai, dipilih, dan
ditebus— ketika kita tidak pantas menerimanya? Siapakah kita, ketika kita
mempertimbangkan keagungan Pencipta kita, untuk diciptakan menurut
gambar-Nya? Siapakah kita sehingga Allah memperhatikan kita? Siapakah
kita sehingga Dia peduli pada detail-detail hidup kita?
Kita adalah umat-Nya. Anak-anak-Nya. Kita
milik-Nya.
_________________________________________________________
“… semua orang yang menerima-Nya (Yesus
Kristus), diberi-Nya hak supaya
menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka
yang percaya dalam nama-Nya (Yesus Kristus).”
(Injil Yohanes 1:12)