SIAPA YANG AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN KITA?

Filipi 4:19 berbunyi: 

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." 

Ayat ini menegaskan janji pemeliharaan Allah yang sempurna atas kebutuhan umat-Nya (bukan keinginan), berdasarkan pada kekayaan-Nya yang berlimpah melalui Kristus Yesus. 



Janji Allah: Tuhan menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani.

Sumber Kekayaan: Pemenuhan didasarkan pada "kekayaan dan kemuliaan-Nya", artinya tidak terbatas.

Dalam Kristus Yesus: Janji ini digenapi melalui hubungan pribadi dan iman kepada Yesus Kristus.

Kebutuhan vs Keinginan: Tuhan berjanji mencukupi segala  keperluan (kebutuhan) kita, bukan menuruti keinginan atau hawa nafsu kita. 

Konteks: Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat Filipi yang bermurah hati menopang pelayanannya.

________________________________________________

Ayat ini merupakan penguatan iman, terutama dalam situasi ekonomi yang sulit, bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya. 

________________________________________________

(Dikutip dari:  Bible.com)

 MERINDUKAN TUHAN


Mudah bagi kita untuk berpikir bahwa kita kuat, mampu, dan “kita bisa mengatasinya.”  Namun pada kenyataannya, kita tak berdaya tanpa TUHAN.  Kita sangat membutuhkan TUHAN—setiap saat, setiap hari!

Jika Anda sangat PD (percaya diri) pada kemandirian Anda sendiri, tanyakan pada diri Anda:  Siapa yang menciptakan dunia ini? Siapa yang menciptakan tubuh, pikiran, dan jiwa saya? Mata, kaki, dan paru-paru saya? Siapa yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan—atau menghancurkan? Siapa yang memegang kunci kehidupan?

 

Kita tidak akan ada di sini jika Dia tidak menciptakan kita. Kita tidak akan hidup jika Dia tidak menopang kita. Kita tidak akan berkembang jika Dia tidak membimbing, melindungi, dan memberdayakan kita.

 


Penulis 1 Tawarikh memahami pentingnya bergantung pada TUHAN.  Dia berkata:

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya; carilah wajah-Nya senantiasa!

(1 Tawarikh 16:11)

 

Di dunia yang terus-menerus fokus pada dirinya sendiri, penting menyadari kebutuhan kita untuk bergantung pada TUHAN. Kita membutuhkan kekuatan-Nya, kita membutuhkan kuasa-Nya, dan—dengan kata lain—kita hanya membutuhkan Dia!

 

Jadi, bagaimana kita dapat mencari kekuatan dan kehadiran-Nya senantiasa?   Dengan tetap menjalin hubungan  dengan-Nya: Berbicara dengan-Nya sepanjang hari, memprioritaskan-Nya di tengah berbagai kesibukan, dan dengan rendah hati meminta kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita.

 

TUHAN tidak akan pernah menolak orang-orang yang bersungguh hati mencari Dia!

 

Datanglah kepada-Nya dengan kelemahanmu, dan Dia akan memberikan kekuatan kepadamu.

Datanglah kepada-Nya dengan pertanyaanmu, kebutuhanmu, dan keinginanmu, dan Dia akan memberikan diri-Nya sendiri kepadamu.

 

Dan itulah yang terbaik dari semuanya.   Amen!  <>


(Sumber:  YOUVERSION)

 SELAMAT TAHUN BARU IMLEK...

Tahun Baru IMLEK adalah perayaan yang kaya makna budaya, nilai keluarga, dan simbol harapan.

Dalam perspektif iman Kristen, perayaan ini perlu disikapi dengan hikmat: membedakan antara tradisi yang selaras dengan kebenaran firman Tuhan vs. tradisi yang bertentangan dengan iman kepada Kristus.

Orang percaya dipanggil bukan untuk menolak budaya secara total, melainkan untuk menilai dan memaknainya dengan terang Injil.